Tasmalinda
Kamis, 10 September 2026 | 21:46 WIB
Pengendara melintas di jalan lingkar selatan Palembang-Banyuasin yang tertutup kabut asap di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz]
Baca 10 detik
  • Kota Palembang mencatat 113.883 kasus ISPA tertinggi di Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
  • Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan memicu lonjakan kasus ISPA secara keseluruhan di Sumatera Selatan pada Agustus 2026.
  • Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengimbau warga menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat buruknya kualitas udara.

SuaraSumsel.id - Kabut asap yang kembali menyelimuti Palembang kini bukan hanya berdampak pada aktivitas warga dan kegiatan belajar di sekolah. Di tengah memburuknya kualitas udara, kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Kota Palembang tercatat menjadi yang tertinggi di Sumatera Selatan.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, jumlah kasus ISPA di Palembang mencapai 113.883 kasus. Angka itu menempatkan Palembang sebagai daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi di Sumsel. Sementara secara keseluruhan, kasus ISPA di Sumatera Selatan kembali melonjak pada Agustus dengan total mencapai 44.224 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa, mengatakan kenaikan kasus ISPA pada Agustus menjadi perhatian, terutama di tengah kondisi lingkungan yang mulai terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. “Kenaikan kasus pada Agustus menjadi perhatian karena sebelumnya jumlah ISPA justru mengalami tren penurunan,” kata Ira, Kamis (10/9/2026).

Data Dinkes Sumsel menunjukkan kasus ISPA sebenarnya sempat mengalami tren penurunan selama beberapa bulan. Pada April 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 43.503 kasus. Angka itu kemudian turun menjadi 36.395 kasus pada Mei dan kembali turun menjadi 36.294 kasus pada Juni.

Namun tren tersebut mulai berubah pada Juli. Jumlah kasus ISPA kembali meningkat menjadi 38.345 kasus, sebelum melonjak menjadi 44.224 kasus pada Agustus 2026. Kenaikan dari Juli ke Agustus mencapai 5.879 kasus atau sekitar 15,3 persen.

Lonjakan ini terjadi ketika kabut asap mulai kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Palembang mencatat jumlah kasus ISPA tertinggi di Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlahnya mencapai 113.883 kasus.

Setelah Palembang, jumlah kasus ISPA tertinggi tercatat di Muara Enim sebanyak 40.512 kasus, Musi Banyuasin 25.174 kasus, Banyuasin 19.728 kasus, dan Lahat 17.464 kasus.

Data tersebut menjadi perhatian di tengah kondisi udara Palembang yang dalam beberapa hari terakhir memburuk akibat kabut asap.

Baca Juga: Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Kondisi ini bahkan telah berdampak pada aktivitas pendidikan, dengan sejumlah sekolah dan madrasah menerapkan pembelajaran dari rumah atau PJJ.

Kasus Harian Palembang Masih Tinggi

Kewaspadaan terhadap ISPA juga diperlukan karena jumlah kasus harian di Palembang pada awal September masih cukup tinggi. Pada 1 September tercatat 344 kasus. Sehari kemudian terdapat 336 kasus, lalu 296 kasus pada 3 September.

Jumlah tersebut memang sempat turun menjadi 280 kasus pada 4 September. Namun, angka kembali meningkat menjadi 334 kasus pada 5 September. Pada 7 September 2026, jumlah kasus yang tercatat di Palembang bahkan mencapai 420 kasus dalam sehari.

Angka tersebut menunjukkan persoalan gangguan pernapasan masih menjadi perhatian di tengah memburuknya kualitas udara.

Bukan Hanya Palembang, Ogan Ilir Naik Tajam

Load More