Tasmalinda
Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB
Pemain Sumsel United merayakan gol bersama rekan setim dalam pertandingan Pegadaian Championship
Baca 10 detik
  • Semen Padang mengalahkan Sumsel United dengan skor 1-0 melalui gol Junior Baptista di Stadion Patriot Candrabhaga pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Sumsel United harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-55 setelah Wafa Habibi menerima kartu kuning kedua.
  • Pelatih Sumsel United, M Nasuha, menyoroti pembatalan penalti akibat keputusan VAR serta mengalihkan fokus melawan PSIS Semarang.

SuaraSumsel.id - Sumsel United harus pulang tanpa poin setelah kalah tipis 0-1 dari Semen Padang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027. Gol Junior Baptista pada menit-menit akhir pertandingan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (30/10/2026), memupus harapan Laskar Juaro mencuri poin dalam Derby Sumatera.

Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Sumsel United. Pasalnya, tim asuhan M Nasuha sempat memperlihatkan permainan menjanjikan, bahkan mampu memberikan tekanan kepada tuan rumah meski harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain sejak menit ke-55.

Selain kartu merah Wafa Habibi, keputusan wasit setelah melakukan pengecekan Video Assistant Referee (VAR) juga menjadi sorotan pelatih Sumsel United.

Sumsel United sebenarnya mampu mengimbangi permainan Semen Padang pada babak pertama. Laskar Juaro bahkan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya untuk membuka keunggulan.

Salah satu peluang terbaik datang melalui Kenneth Ngwoke menjelang turun minum. Sepakan keras pemain tersebut nyaris membawa Sumsel United unggul, tetapi bola hanya membentur tiang gawang yang dijaga Mulyadi Rani, mantan pemain Sumsel United musim sebelumnya.

Hingga wasit meniup peluit akhir babak pertama, kedua tim belum mampu mencetak gol. Skor tetap 0-0.

Situasi berubah pada awal babak kedua. Sumsel United harus kehilangan Wafa Habibi setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-55.

Bermain dengan 10 orang membuat Nasuha harus mengubah strategi. Meski demikian, Sumsel United tidak sepenuhnya kehilangan daya serang dan masih mampu memberikan ancaman ke pertahanan Semen Padang.

Keputusan VAR Jadi Sorotan M Nasuha

Baca Juga: Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Persoalan lain yang membuat kubu Sumsel United kecewa adalah keputusan wasit setelah melakukan pengecekan VAR dalam sebuah insiden yang melibatkan Kenneth Ngwoke di kotak penalti.

Nasuha mengaku sempat mempertanyakan keputusan tersebut karena wasit mengubah keputusan setelah pengecekan VAR dengan menyatakan terjadi offside sehingga peluang penalti dibatalkan.

"Kami juga sempat bingung dengan keputusan wasit yang setelah melakukan pengecekan VAR memutuskan offside dan membatalkan kemungkinan penalti. Tetapi saya berterima kasih kepada seluruh pemain yang sudah berjuang hingga menit akhir, ke depan semua akan kami evaluasi untuk menjadi lebih baik lagi," tegas Nasuha seusai pertandingan.

Pelatih yang pernah memperkuat Timnas Indonesia tersebut mengakui timnya sebenarnya mampu bermain baik, terutama pada babak pertama. Namun, kehilangan satu pemain membuat tim harus melakukan penyesuaian taktik.

"Di babak pertama kami bermain sangat baik, namun kekurangan jumlah pemain membuat kami harus merubah strategi. Namun saya senang karena kami juga mampu memberikan tekanan ke tim tuan rumah," jelasnya.

Junior Baptista Jadi Penentu Kemenangan Semen Padang

Load More