- UIN Raden Fatah Palembang akan menggelar seminar nasional mengenai pencegahan karhutla dan moderasi beragama pada 15 September 2026.
- Zaki Faddad Syarif Zain menyatakan pencegahan karhutla memerlukan perubahan kebiasaan masyarakat dan penyediaan alternatif pengelolaan lahan.
- Nugroho menjelaskan kerja sama lintas agama penting dilakukan karena dampak kebakaran hutan dirasakan oleh seluruh kelompok masyarakat.
Menurutnya, moderasi juga dapat diwujudkan melalui kerja sama dalam menghadapi persoalan yang dirasakan semua kelompok masyarakat.
“Perbedaan agama tidak menghalangi masyarakat untuk bekerja sama. Karhutla berdampak pada kesehatan, pendidikan, penghidupan, dan ruang hidup semua kelompok. Karena dampaknya dirasakan bersama, upaya untuk menguranginya juga perlu dilakukan bersama,” kata Nugroho.
Empat Agama, Satu Persoalan Lingkungan
Gagasan kerja sama lintas agama dalam menghadapi karhutla berangkat dari nilai-nilai yang memiliki titik temu. Dalam Islam, manusia dipandang sebagai pemegang amanah untuk menjaga bumi. Kekristenan mengenal gagasan bumi sebagai rumah bersama. Buddhisme mengajarkan hubungan kehidupan yang saling bergantung, sementara Hindu melalui konsep Tri Hita Karana menekankan keharmonisan antara manusia, Tuhan dan alam.
Perbedaan ajaran tersebut tidak menjadi penghalang untuk membangun tujuan bersama dalam menjaga lingkungan.
Justru, keberagaman masyarakat Sumatera Selatan dapat menjadi kekuatan untuk memperluas gerakan pencegahan karhutla hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. Generasi muda menjadi kelompok yang diharapkan mengambil peran lebih besar dalam gerakan tersebut.
Selain relatif terbuka terhadap pengetahuan dan praktik baru, generasi muda dinilai mampu membawa perubahan ke lingkungan terdekat, mulai dari keluarga hingga masyarakat.
Mereka juga menjadi kelompok yang akan menghadapi dampak jangka panjang jika kerusakan lingkungan terus terjadi. Seminar tersebut diharapkan tidak berhenti pada diskusi.
Setidaknya ada tiga langkah awal yang ingin dibangun. Pertama, membentuk komitmen bersama untuk terlibat dalam pengurangan risiko karhutla.
Baca Juga: Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
Kedua, memetakan pengetahuan masyarakat, kebiasaan pengelolaan lahan, penyebab kebakaran, wilayah rawan, sumber air dan kelompok masyarakat yang terdampak
Ketiga, menyusun rencana aksi berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Melalui langkah tersebut, UIN Raden Fatah Palembang ingin mendorong agar persoalan karhutla tidak hanya dibicarakan ketika asap sudah memenuhi udara.
Pencegahan, perubahan kebiasaan dan kerja sama masyarakat dinilai harus dimulai sebelum api kembali muncul. Sebab ketika kebakaran sudah terjadi, dampaknya akan dirasakan semua orang.
Karhutla tidak mengenal agama. Karena itu, upaya mencegahnya juga tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan.
Berita Terkait
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
PTBA Perkuat Respons Cepat dan Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera
-
Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026
-
Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi
-
Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh