- Polisi menangkap dua tersangka berinisial RS dan AD terkait pembunuhan dua kakak-adik di Banyuasin.
- Kerangka korban dan sepeda motor ditemukan di rumah kosong serta parit pada 6 September 2026.
- Kedua korban berinisial RM dan AM sebelumnya dilaporkan hilang sejak tanggal 27 Oktober 2021.
SuaraSumsel.id - Misteri hilangnya dua kakak-adik di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, akhirnya menemukan titik terang setelah lima tahun. Kedua korban yang hilang sejak 2021 itu ditemukan telah menjadi kerangka, sementara polisi menangkap dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Kasus ini terungkap setelah warga menemukan rangka sepeda motor di dalam parit dan kerangka manusia di sebuah rumah kosong di kawasan Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, pada Minggu, 6 September 2026.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan kepolisian berkomitmen mengusut perkara tersebut hingga tuntas berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan penyidik.
“Jajaran Polda Sumsel akan terus mengusut setiap bentuk kejahatan, termasuk perkara yang sudah berlangsung cukup lama. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap aktif menjaga kamtibmas dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar,” ujar Nandang.
Kakak-Adik Hilang Setelah Keluar Rumah
Kedua korban diketahui berinisial RM (18) dan AM (13). Kakak-adik tersebut dilaporkan hilang sejak Rabu, 27 Oktober 2021.
Saat itu, keduanya berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor. Namun, hingga sore hari, keluarga kehilangan kontak dengan RM dan AM.
Keberadaan keduanya kemudian menjadi misteri. Keluarga telah melakukan pencarian secara mandiri, namun tidak menemukan jejak kedua kakak-adik tersebut.
Selama bertahun-tahun, keluarga tidak mengetahui keberadaan RM dan AM. Kasus hilangnya dua kakak-adik itu belum menemukan titik terang selama hampir lima tahun.
Baca Juga: Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
Baru pada Minggu, 6 September 2026, sebuah temuan warga kembali membuka kemungkinan terungkapnya misteri tersebut.
Seorang warga yang sedang mencari kayu di sekitar Perumahan Amanah menemukan rangka sepeda motor di dalam sebuah parit.
Temuan itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat.
Rangka Motor Ditemukan di Parit
Ketua RT kemudian menindaklanjuti laporan warga tersebut. Tak jauh dari lokasi ditemukannya rangka sepeda motor, terdapat sebuah rumah kosong.
Ketika rumah kosong itu diperiksa, ditemukan kerangka manusia di dalamnya. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Talang Kelapa.
Berita Terkait
-
Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
-
Sawit dan Karhutla: Jejak Pembukaan Hutan yang Terus Berulang
-
Kronologi Duel Maut di Sungai Lilin, Pemuda Tewas oleh Egrek Miliknya Sendiri
-
Di Bawah Bayang-Bayang Pos Jaga 'SNIPER', Petani Sidomulyo Mempertahankan Tanah Garapan
-
Duel Maut di Kebun Sawit Muba, Korban Tewas Ditebas di Leher, Benarkah Curi Sawit?
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap