Tasmalinda
Selasa, 01 September 2026 | 17:28 WIB
Benarkah sawit penyebab Karhutla? fakta pembukaan lahan yang terus berulang
Baca 10 detik
  • Ditpolairud Polda Sumsel mengamankan empat pria pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Banyuasin.
  • Petugas menemukan tujuh hektare kawasan hutan lindung dibuka dan ditanami kelapa sawit menggunakan alat berat.
  • Polisi menetapkan tersangka berinisial E dan kini masih memburu pihak pemodal yang mendanai pembukaan lahan.

Ketika kawasan hutan dibuka, tutupan vegetasi berubah. Aktivitas manusia meningkat dan bentang alam mengalami perubahan untuk kepentingan pengelolaan lahan. Dalam kasus Banyuasin, polisi bahkan menemukan pembuatan kanal air di lokasi pembukaan lahan.

Persoalan perubahan lanskap inilah yang membuat pembukaan hutan, pengelolaan perkebunan, kanal, serta perlindungan kawasan menjadi bagian penting dalam pembicaraan mengenai risiko kebakaran lahan.

Dengan kata lain, sawit mungkin bukan api yang menyalakan kebakaran, tetapi ekspansi dan pembukaan lahan untuk perkebunan dapat menjadi persoalan lingkungan yang perlu diawasi secara serius.

Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa besar perubahan hutan menjadi perkebunan meningkatkan tekanan terhadap lingkungan dan risiko kerusakan ekosistem?

Penyidikan kasus perambahan kawasan hutan lindung di Banyuasin masih terus dikembangkan. Polisi menduga terdapat pihak lain yang memiliki peran lebih besar dalam aktivitas pembukaan lahan tersebut. “Dari pengakuannya, mereka sudah menggunakan excavator untuk membuka lahan selama kurang lebih tiga minggu,” kata Deni.

Satu unit excavator telah diamankan sebagai barang bukti dan dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Sumsel. Sementara satu alat berat lainnya masih berada di lokasi karena mengalami kerusakan dan sulit dievakuasi. Tersangka E dijerat Pasal 50 ayat (3) huruf a dan/atau huruf b juncto Pasal 78 ayat (2) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa pembahasan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah muncul. Pencegahan juga harus dimulai dari menjaga hutan agar tidak terus berubah menjadi kawasan yang rentan terhadap tekanan lingkungan.

Load More