- Ditpolairud Polda Sumsel mengamankan empat pria pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Banyuasin.
- Petugas menemukan tujuh hektare kawasan hutan lindung dibuka dan ditanami kelapa sawit menggunakan alat berat.
- Polisi menetapkan tersangka berinisial E dan kini masih memburu pihak pemodal yang mendanai pembukaan lahan.
Ketika kawasan hutan dibuka, tutupan vegetasi berubah. Aktivitas manusia meningkat dan bentang alam mengalami perubahan untuk kepentingan pengelolaan lahan. Dalam kasus Banyuasin, polisi bahkan menemukan pembuatan kanal air di lokasi pembukaan lahan.
Persoalan perubahan lanskap inilah yang membuat pembukaan hutan, pengelolaan perkebunan, kanal, serta perlindungan kawasan menjadi bagian penting dalam pembicaraan mengenai risiko kebakaran lahan.
Dengan kata lain, sawit mungkin bukan api yang menyalakan kebakaran, tetapi ekspansi dan pembukaan lahan untuk perkebunan dapat menjadi persoalan lingkungan yang perlu diawasi secara serius.
Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa besar perubahan hutan menjadi perkebunan meningkatkan tekanan terhadap lingkungan dan risiko kerusakan ekosistem?
Penyidikan kasus perambahan kawasan hutan lindung di Banyuasin masih terus dikembangkan. Polisi menduga terdapat pihak lain yang memiliki peran lebih besar dalam aktivitas pembukaan lahan tersebut. “Dari pengakuannya, mereka sudah menggunakan excavator untuk membuka lahan selama kurang lebih tiga minggu,” kata Deni.
Satu unit excavator telah diamankan sebagai barang bukti dan dibawa ke Mako Ditpolairud Polda Sumsel. Sementara satu alat berat lainnya masih berada di lokasi karena mengalami kerusakan dan sulit dievakuasi. Tersangka E dijerat Pasal 50 ayat (3) huruf a dan/atau huruf b juncto Pasal 78 ayat (2) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.
Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa pembahasan karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman ketika api telah muncul. Pencegahan juga harus dimulai dari menjaga hutan agar tidak terus berubah menjadi kawasan yang rentan terhadap tekanan lingkungan.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Duel Maut di Sungai Lilin, Pemuda Tewas oleh Egrek Miliknya Sendiri
-
Benarkah Karhutla Sumsel Menurun? Ini Data Hotspot dan Titik Api Terbarunya
-
Di Bawah Bayang-Bayang Pos Jaga 'SNIPER', Petani Sidomulyo Mempertahankan Tanah Garapan
-
Tekan Risiko Kebakaran Lahan di Puncak Kemarau, Kilang Plaju Gandeng BPBD Gelar Pelatihan Pemadaman
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib