- PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju mengadakan pelatihan pemadaman Karhutla bagi warga sekitar pada 30 Agustus 2026.
- BPBD Sumsel menyatakan peningkatan titik panas dan penurunan kualitas udara akibat aktivitas manusia mendominasi musim kemarau.
- Kilang Plaju menyalurkan bantuan logistik dan memperkuat sinergi dengan masyarakat guna mengantisipasi bencana lingkungan secara berkelanjutan.
SuaraSumsel.id - Menghadapi puncak musim kemarau di wilayah Sumatera Selatan, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju (Kilang Plaju) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kilang. Langkah proaktif ini diambil sebagai bagian dari mitigasi risiko dan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana lingkungan.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Sudirman yang hadir langsung dalam sosialisasi ini menjelaskan bahwa Sumatera Selatan diprediksi berada pada puncak musim kemarau hingga September mendatang. Mengacu pada data analisis situasi Karhutla Sumsel per akhir Agustus 2026, lonjakan titik panas (hotspot) mencatatkan tren kenaikan signifikan. Dampak asap dari ribuan kejadian Karhutla juga menurunkan kualitas udara (ISPU) di Palembang hingga kategori Tidak Sehat dengan jarak pandang terbatas.
"Penyebab utama Karhutla sebanyak 99% didominasi oleh faktor aktivitas manusia, baik karena unsur kesengajaan maupun kelalaian, dan hanya 1% yang murni pemicu alam. Untuk itu, BPBD mendirikan posko pemadaman darat dan terus mengimbau masyarakat agar sama sekali tidak membuka lahan dengan cara dibakar atau membakar sampah sembarangan," tegas Sudirman.
Sinergi dan kewaspadaan bersama ini disambut baik oleh Kepala Desa Sungai Rebo, Dedi Arsyadi. Beliau mengapresiasi perhatian Kilang Plaju dalam membekali warga sekitar dengan wawasan serta keterampilan teknis pemadaman awal.
"Desa Sungai Rebo berbatasan langsung dengan area Kilang Plaju, sehingga potensi Karhutla sekecil apa pun di sekitar wilayah permukiman harus kita antisipasi bersama. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pertamina. Pelatihan ini menjadi modal wawasan dan pengetahuan berharga bagi warga kami agar lebih siap mendeteksi serta memadamkan potensi api secara cepat dan aman," ujar Dedi Arsyadi.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju, Siti Fauzia menegaskan pentingnya sinergi antara perusahaan dan masyarakat sekitar dalam menjaga keamanan masyarakat di sekitar kilang
"Sebagai objek vital nasional, perlindungan Kilang Plaju dan lingkungan sekitarnya adalah prioritas utama kami. Kami menyadari bahwa pencegahan Karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh kolaborasi erat dengan warga desa sekitar kilang. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki kesiapsiagaan dan keterampilan penanganan awal yang tepat. Tanggap Karhutla bukan hanya soal melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga keselamatan bersama," ujar Fauzia.
Edukasi dan pelatihan ini melengkapi serangkaian ikhtiar nyata Kilang Plaju dalam penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan. Sebelumnya, pada Kamis (20/08/2026), tim Pertamina Kilang Plaju turun langsung memberikan dukungan pemadaman Karhutla di wilayah Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.
Tak hanya itu, Kilang Plaju juga menyalurkan bantuan logistik berupa paket vitamin, masker, susu steril, air mineral, serta makanan instan untuk menjaga stamina, imunitas, dan keselamatan para petugas pemadam BPBD Sumsel yang bersiaga 24 jam di garis depan.
Baca Juga: Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
Melalui sinergi tanggap bencana dan pelatihan teknis ini, Kilang Plaju mempertegas komitmennya dalam menjaga keselamatan lingkungan sekitar operasional perusahaan sekaligus membangun ketangguhan masyarakat desa sekitar dalam menghadapi ancaman bencana Karhutla secara berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
5 Cara Cek Karhutla Lewat HP, Pantau Hotspot hingga Sebaran Asap
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?
-
DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka