- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan jumlah titik panas di Sumatera Selatan turun dari 39 menjadi 37 titik.
- Kepala BNPB Suharyanto mengonfirmasi bahwa 11 dari 37 titik panas tersebut terbukti sebagai titik api nyata di lapangan.
- Pemerintah melanjutkan operasi pemadaman dan modifikasi cuaca pada September karena ancaman kebakaran lahan gambut belum berakhir.
SuaraSumsel.id - Jumlah hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan dilaporkan mengalami penurunan. Namun, apakah penurunan tersebut sudah cukup untuk menyimpulkan ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla mulai mereda?
Pertanyaan itu menjadi penting setelah data terbaru menunjukkan jumlah hotspot di Sumsel memang turun, tetapi tidak seluruh titik panas tersebut bisa langsung dianggap sebagai kebakaran. Sebaliknya, sejumlah titik yang telah diverifikasi justru terbukti merupakan titik api yang membutuhkan penanganan langsung.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan jumlah hotspot di Sumatera Selatan turun dari sebelumnya 39 titik menjadi 37 titik. Secara angka, terdapat penurunan dua titik. Namun pemerintah belum menurunkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.
Penurunan jumlah hotspot tidak otomatis berarti seluruh ancaman kebakaran telah selesai. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan bahwa karakter lahan gambut membuat kebakaran tidak selalu mudah terlihat dari permukaan. Api mungkin sudah tidak tampak, tetapi bara masih dapat bertahan di bawah tanah dan menghasilkan asap.
“Hotspot ini bukan berarti tidak ada asap karena naturenya gambut, meski tidak ada api masih ada asapnya,” kata Raja Juli.
Kondisi inilah yang membuat penurunan jumlah hotspot tidak bisa dibaca hanya berdasarkan angka.
Lahan gambut yang terbakar membutuhkan proses pendinginan dan pembasahan secara berulang. Jika tidak dilakukan secara intensif, bara yang tersisa berpotensi kembali memunculkan api.
Dari 37 Hotspot, 11 Titik Benar-benar Terbakar
Data lain yang lebih penting justru muncul dari hasil pemeriksaan lapangan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan dari 37 hotspot berkekuatan tinggi yang terpantau di Sumatera Selatan, setelah dilakukan verifikasi ditemukan 11 titik benar-benar merupakan fire spot atau titik api.
Baca Juga: Tekan Risiko Kebakaran Lahan di Puncak Kemarau, Kilang Plaju Gandeng BPBD Gelar Pelatihan Pemadaman
Artinya, hotspot dan titik api bukanlah dua hal yang sepenuhnya sama.
Hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu yang terdeteksi melalui pemantauan satelit. Karena itu, pemerintah masih harus melakukan pengecekan menggunakan helikopter, drone dan pemeriksaan langsung di lapangan sebelum memastikan sebuah titik benar-benar merupakan lokasi kebakaran.
Dengan kata lain, angka hotspot yang turun belum otomatis berarti jumlah kebakaran juga turun dalam jumlah yang sama.
Jadi, Benarkah Karhutla Sumsel Menurun?
Jawabannya, belum bisa disimpulkan hanya dari penurunan hotspot dari 39 menjadi 37 titik. Penurunan tersebut memang menjadi perkembangan positif. Namun, selisih dua titik belum cukup untuk menghilangkan ancaman, terutama karena masih terdapat 11 titik api yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan lapangan.
Pemerintah bahkan memastikan operasi penanganan karhutla tetap dilakukan secara intensif sepanjang September. “Di bulan September ini kita masih akan berjibaku untuk memadamkan,” kata Suharyanto.
Tag
Berita Terkait
-
Tekan Risiko Kebakaran Lahan di Puncak Kemarau, Kilang Plaju Gandeng BPBD Gelar Pelatihan Pemadaman
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Cara Membersihkan Bunga Es Tanpa Mematikan Kulkas, Aman dan Mudah Dilakukan
- 3 HP Infinix Mirip iPhone 17 Pro Max, Tampil Mewah ala Flagship
- 4 Tips Merebus Telur agar Mudah Dikupas, Hasil Mulus Sempurna
Pilihan
-
Terbuang dari Klub Orang Indonesia, Emil Audero Selangkah Lagi ke Rayo Vallecano
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
Terkini
-
Dari Menganggur hingga Panen Telur, Amat Rasakan Manfaat Program Ayam Petelur PTBA
-
Belanja Makin Mahal? Emas hingga Harga Ayam Dorong Inflasi Sumsel Naik
-
Gerak Cepat, Respons Tepat: Kilang Plaju Perkuat Kesiapan Fire Brigade Hadapi Kondisi Darurat
-
Polemik Universitas PGRI Palembang Makin Meluas, Ijazah Mahasiswa Kini Ikut Dipertanyakan
-
Sawit dan Karhutla: Jejak Pembukaan Hutan yang Terus Berulang