- KAPAL PURO mendesak pemerintah Palembang meneliti kembali sejarah Pulau Kemaro agar sesuai dengan jejak Kesultanan Palembang.
- Komunitas tersebut menuntut pemulihan atribut beraksara Jawi dan penguatan status pulau sebagai cagar budaya pertahanan.
- Pemerintah diminta memfasilitasi penelitian ilmiah melibatkan akademisi untuk mengkaji status makam dan identitas tokoh sejarah.
SuaraSumsel.id - Pulau Kemaro, salah satu ikon wisata Kota Palembang, kembali menjadi perhatian setelah muncul tuntutan agar sejarah dan identitas kawasan tersebut dikaji ulang. Komunitas Aktivis Penyelamat Aset Palembang Darussalam di Pulau Kemaro (KAPAL PURO) menilai terdapat perbedaan antara narasi wisata yang berkembang dengan klaim sejarah yang mereka yakini.
Ketua KAPAL PURO, Vebri Al Lintani, menyatakan komunitasnya mendesak pemerintah dan para pemangku kepentingan melakukan penelusuran sejarah secara menyeluruh terhadap Pulau Kemaro, termasuk asal-usul kawasan, status makam yang berada di pulau tersebut, serta jejak Kesultanan Palembang Darussalam.
Menurut Vebri, narasi mengenai legenda Siti Fatimah dan Tan Bun Ann selama ini lebih dominan dikenal masyarakat dibandingkan sejarah yang menurutnya berkaitan dengan pertahanan Kesultanan Palembang. "Kami meminta sejarah Pulau Kemaro diteliti kembali secara komprehensif agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh," ujarnya dalam pernyataan tertulis.
Minta Pulihkan Identitas Sejarah
Selain meminta kajian sejarah, KAPAL PURO juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah, antara lain pemulihan atribut sejarah beraksara Jawi, penguatan status Pulau Kemaro sebagai kawasan cagar budaya pertahanan, hingga penyediaan fasilitas ibadah bagi pengunjung Muslim.
Komunitas tersebut juga mengusulkan agar penyelesaian persoalan dilakukan melalui dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam pernyataannya, KAPAL PURO juga menyampaikan pandangan mengenai identitas sejarah Kapiten Bong Su dan tata cara penghormatan di kawasan makam yang menurut mereka perlu dikaji kembali berdasarkan sumber-sumber sejarah.
Mereka meminta pemerintah memfasilitasi penelitian sejarah yang melibatkan akademisi, budayawan, tokoh agama, serta ahli sejarah agar diperoleh kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat tanggapan dari Pemerintah Kota Palembang, maupun instansi pelestarian budaya terkait berbagai tuntutan tersebut.
Baca Juga: 5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
Karena itu, seluruh pernyataan mengenai sejarah, identitas tokoh, maupun dugaan pelanggaran yang disampaikan KAPAL PURO merupakan pandangan organisasi tersebut yang masih memerlukan verifikasi dan tanggapan dari pihak-pihak terkait.
Tag
Berita Terkait
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
-
Selain Pulau Kemaro, Ini 5 Hidden Gem Imlek di Kota Palembang yang Jarang Diketahui
-
Pulau Kemaro dan Siti Fatimah, Legenda Cinta Di Balik Cap Go Meh Palembang
-
Cap Go Meh 2025 di Pulau Kemaro: Ritual dan Sejarah yang Wajib Diketahui
-
Jadwal Lengkap Cap Go Meh 2025 Pulau Kemaro: Ritual, Kuliner, Atraksi Budaya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
14 Tahun Jadi Mantri BRI, Dewi Natalia Konsisten Dampingi Nasabah hingga Mandiri
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah