Tasmalinda
Kamis, 12 Februari 2026 | 21:49 WIB
Ini 5 hidden gem imlek di Kota Palembang yang jarang diketahui
Baca 10 detik
  • Perayaan Imlek otentik di Palembang dapat ditemukan di vihara-vihara tua kawasan 10 Ulu dan 16 Ilir yang lebih khusyuk.
  • Pengalaman budaya lokal didapat dari pasar Imlek dadakan serta menyaksikan pertunjukan barongsai di lorong perkampungan Tionghoa.
  • Rumah Kapitan menawarkan latar sejarah akulturasi budaya Tionghoa-Melayu, berbeda dari keramaian populer Pulau Kemaro.

SuaraSumsel.id - Setiap Imlek, nama Pulau Kemaro selalu jadi primadona. Ribuan warga memadati pulau di tengah Sungai Musi itu untuk berdoa, menikmati lampion, hingga berburu foto berlatar pagoda merah yang ikonik.

Tapi tunggu dulu. Kota Palembang ternyata menyimpan banyak sudut perayaan Imlek yang tak kalah semarak, lebih intim, bahkan terasa jauh lebih otentik. Jika Anda ingin merasakan atmosfer yang berbeda dan tidak sekadar mengikuti arus keramaian, lima lokasi ini bisa jadi pilihan.

Siap menjelajah sisi lain Imlek di Palembang?

1. Vihara-vihara Tua di Kawasan 10 Ulu dan 16 Ilir

Di balik padatnya kawasan 10 Ulu dan 16 Ilir, berdiri vihara-vihara tua yang menjadi saksi sejarah panjang komunitas Tionghoa di Palembang. Salah satu yang dikenal adalah Vihara Soei Goeat Kiong, yang kerap dipenuhi umat saat malam menjelang pergantian tahun Imlek.

Aroma hio yang mengepul, denting lonceng sembahyang, dan lampion merah yang menggantung rendah menciptakan suasana sakral sekaligus hangat. Berbeda dengan Pulau Kemaro yang cenderung meriah dan terbuka, perayaan di vihara tua terasa lebih khusyuk dan personal.

Bagi pemburu foto, detail ukiran kayu dan ornamen naga di bangunan tua ini menghadirkan latar yang kuat secara visual.

2. Pasar Imlek Dadakan yang Penuh Warna

Menjelang Imlek, beberapa sudut kota berubah menjadi pasar musiman. Di sekitar 16 Ilir dan lorong-lorong kecil kawasan pecinan, pedagang menjajakan lampion, amplop angpao, lilin merah besar, hingga kue keranjang.

Tidak sebesar pusat perbelanjaan modern, tetapi justru di sinilah sensasi berburu perlengkapan Imlek terasa lebih hidup. Harga bisa ditawar, obrolan hangat mengalir, dan aroma kue tradisional memenuhi udara.

Bagi warga lokal, inilah momen nostalgia. Bagi wisatawan, ini pengalaman budaya yang lebih membumi.

Baca Juga: Dari 4 Jam ke 1 Jam: Rahasia Konektivitas Baru Sumsel yang Bergantung pada Jembatan Musi V

3. Jejak Sejarah di Rumah Kapitan

Tak banyak yang tahu bahwa Rumah Kapitan menjadi salah satu spot menarik saat Imlek. Rumah panggung kayu berusia ratusan tahun ini dulunya merupakan kediaman pemimpin komunitas Tionghoa di Palembang.

Saat Imlek, dekorasi merah dan emas sering menghiasi sudut-sudut bangunan. Perpaduan arsitektur Tionghoa dan Melayu menciptakan latar yang unik dan estetik.

Berkunjung ke sini bukan sekadar berfoto, tetapi juga memahami sejarah panjang akulturasi budaya di Kota Palembang.

4. Barongsai yang Menyusuri Gang Sempit

Jika selama ini Anda hanya menyaksikan barongsai di mal, cobalah datang ke kawasan perkampungan Tionghoa lama. Di lorong-lorong sempit sekitar Sayangan atau 7 Ulu, barongsai kerap tampil dari rumah ke rumah.

Suasana terasa lebih dekat. Anak-anak berlari mengikuti irama tambur, warga berdiri di depan pintu membawa angpao, dan tepuk tangan bergema di gang kecil.

Inilah wajah Imlek yang hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar pertunjukan komersial.

5. Menyusuri Perkampungan Tionghoa Lama

Kawasan Sayangan dan sekitarnya menyimpan atmosfer Imlek yang berbeda. Rumah-rumah tua dengan pintu kayu besar, lampion yang digantung di teras, serta aroma masakan khas yang mengepul dari dapur menciptakan suasana yang intim.

Berjalan kaki menyusuri lorong-lorong ini memberi pengalaman yang lebih otentik. Anda bisa merasakan denyut kehidupan warga yang merayakan Imlek sebagai tradisi keluarga, bukan sekadar festival tahunan.

Imlek di Kota Palembang bukan hanya tentang keramaian di Pulau Kemaro. Ia hidup di gang-gang kecil, di vihara tua, di rumah bersejarah, dan di pasar musiman yang sederhana.

Bagi Anda yang ingin pengalaman berbeda tahun ini, lima lokasi ini bisa jadi pilihan. Selain menghindari kerumunan, Anda juga berkesempatan menemukan sisi lain Palembang yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya.

Jadi, masih mau hanya ke Pulau Kemaro? Atau siap membongkar hidden gem Imlek yang lebih autentik di Kota Palembang?

Load More