- Film dokumenter Jongot karya Nopri Ismi mendokumentasikan kearifan lokal masyarakat Musi di Kabupaten PALI, Sumatera Selatan.
- Jongot merupakan lahan warisan leluhur yang berfungsi sebagai sumber pangan, apotek hidup, dan penjaga sumber air keluarga.
- Di tengah ekspansi perkebunan, masyarakat berupaya mempertahankan Jongot sebagai ruang hidup meski menghadapi tantangan perubahan zaman.
Tony, pewaris generasi keempat Jongot di PALI, masih merasakan manfaat tersebut hingga hari ini.
Di lahan warisan keluarganya yang luasnya sekitar setengah hektare, tumbuh puluhan jenis tanaman dengan ratusan batang pohon.
Saat musim buah datang, hasil panen dinikmati bersama keluarga besar. Sebagian dibagikan kepada kerabat, dan jika masih ada kelebihan, hasilnya dijual. "Buahnya dimakan bersama keluarga. Kalau ada lebih baru dijual," katanya.
Bagi masyarakat Musi, Jongot bukan sekadar tempat menanam pohon. Ia adalah bentuk ketahanan pangan yang dibangun melalui kesabaran dan hubungan jangka panjang dengan alam.
Pohon yang ditanam hari ini mungkin baru berbuah puluhan tahun kemudian, tetapi manfaatnya dapat dinikmati oleh anak dan cucu.
Menjaga Air Melalui Pepohonan
Selain menyediakan pangan, keberadaan Jongot juga memiliki fungsi ekologis yang penting. Sebagian besar Jongot berada di dekat sumber air, sungai kecil, atau kawasan yang menjadi bagian dari lanskap perairan masyarakat Musi.
Keberadaan pohon-pohon besar membantu menjaga kelembapan tanah, menyerap air hujan, dan mempertahankan ketersediaan air di sekitarnya.
Meski masyarakat dahulu tidak mengenal istilah konservasi atau perubahan iklim seperti sekarang, praktik yang mereka jalankan sesungguhnya menunjukkan pemahaman yang kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Baca Juga: Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam
Di tengah semakin berkurangnya tutupan vegetasi di berbagai wilayah, keberadaan Jongot menjadi pengingat bahwa masyarakat lokal telah lama memiliki cara sendiri untuk merawat lingkungan tempat mereka hidup.
Apotek Hidup yang Tersimpan di Dalam Jongot
Film Jongot juga memperlihatkan bahwa ruang hidup tersebut menyimpan pengetahuan pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Tony menyebut berbagai tanaman yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati penyakit.
Akar serekat digunakan untuk mengatasi diare. Akar seletup digunakan dalam pengobatan tradisional cacar. Mecung hutan dipercaya membantu mengatasi malaria dan demam. Sementara rumput bulu digunakan sebagai ramuan untuk meredakan batuk.
Pengetahuan tersebut diperoleh dari orang tua dan diwariskan secara lisan kepada generasi berikutnya. Tidak ada buku panduan. Tidak ada sekolah khusus.
Berita Terkait
-
Film 'Jongot' Angkat Kearifan Suku Musi dalam Menjaga Hutan dan Alam
-
Melestarikan Sastra Tutur di Tempirai Melalui Buku dan Film Dokumenter
-
Selamatkan Lingkungan & Berdayakan Ibu-ibu, BRI Peduli Ubah Minyak Jelantah Jadi Sabun
-
Bom Waktu Lingkungan di Sumsel: 3 Bencana Ekologis yang Mengintai Hingga 2030?
-
Ribuan Tas Purun Laris Manis Dijual di 10 Negara Amerika
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Hari Mangrove Sedunia, Kilang Plaju Perkuat Komitmen Lestarikan Ekosistem Pesisir
-
Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar
-
Kronologi Duel Remaja Viral di Palembang, Fakta Baru Terungkap setelah Polisi Turun Tangan