- Kejati Sumatera Selatan mengusut dugaan pemerasan terhadap pengusaha kapal di jalur strategis Sungai Lumpur, Kabupaten OKI.
- Penyidik mendalami praktik pungutan liar Rp7 juta hingga Rp9 juta per kapal yang berlangsung selama bertahun-tahun.
- Akumulasi dugaan pungutan ilegal tersebut mencapai angka Rp160 miliar dan berdampak pada biaya logistik serta ekonomi daerah.
SuaraSumsel.id - Angka Rp160 miliar menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian publik dalam kasus dugaan pemerasan terhadap pengusaha jasa angkutan sungai yang tengah diusut Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan.
Nilai tersebut tidak hanya membuat kasus Sungai Lumpur menjadi sorotan di Sumsel, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat: bagaimana dugaan pungutan terhadap kapal di sebuah jalur pelayaran bisa mencapai ratusan miliar rupiah?
Kasus ini semakin menarik setelah Kejati Sumsel mengamankan sejumlah pejabat yang bertugas di lingkungan pelayaran dan kepelabuhanan. Penyidik menduga terdapat praktik permintaan uang terhadap kapal yang melintas di kawasan Sungai Lumpur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), salah satu jalur pelayaran strategis di pesisir timur Sumatera Selatan.
Kepala Kejati Sumsel, Ketut Sumedana, mengatakan perkara tersebut masih terus dikembangkan. Penyidik saat ini mendalami aliran dana, pola pungutan, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.
"Kasus ini masih berjalan. Kami terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta-fakta yang ditemukan selama penyidikan," ujar Ketut Sumedana.
Dari Rp9 Juta per Kapal
Berdasarkan informasi yang berkembang dalam proses penyidikan, setiap kapal yang melintas dan memerlukan dokumen atau pelayanan tertentu diduga diminta memberikan sejumlah uang.
Besarannya disebut bervariasi, namun rata-rata berada pada kisaran Rp7 juta hingga Rp9 juta per kapal.
Sekilas angka tersebut mungkin terlihat tidak terlalu besar jika hanya dihitung dari satu kapal.
Baca Juga: Tak Mau Balikan, Wanita Asal OKI Mengaku Foto Tanpa Busananya Disebar Mantan Pacar
Namun persoalannya, Sungai Lumpur bukanlah jalur pelayaran biasa.
Wilayah ini merupakan salah satu akses penting bagi kapal pengangkut hasil perkebunan, batu bara, bahan bakar, logistik hingga berbagai komoditas industri yang keluar masuk perairan Sumatera Selatan.
Setiap tahun, ratusan bahkan ribuan kapal melintasi jalur tersebut untuk mendukung aktivitas ekonomi di wilayah pesisir timur Sumatera.
Karena itulah penyidik menaruh perhatian serius terhadap dugaan praktik yang terjadi di kawasan tersebut.
Bagaimana Angka Rp160 Miliar Muncul?
Inilah pertanyaan yang paling banyak muncul sejak kasus ini mencuat.
Berita Terkait
-
Siapa Kepala KUPP Sungai Lumpur yang Jadi Tersangka? Ini Profil dan Kariernya
-
Kebakaran Bus Jakarta - Padang di Muba: Fakta Terbaru, Dugaan Penyebab, dan Kondisi Penumpang-
-
Fantastis, 22 Ribu Sumur Minyak Rakyat di Muba Disebut Bisa Putar Ekonomi hingga Miliaran Rupiah
-
Dulu Diburu karena Illegal Drilling, Kini 22 Ribu Sumur Minyak Rakyat di Muba Punya Payung Hukum
-
Di Balik Kebakaran Muba, Aktivitas Sumur Minyak Ilegal di Hindoli Sudah Lama Berjalan
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap