Tasmalinda
Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06 WIB
Fakta penemuan pasutri tewas di kebun karet Banyuasin, polisi dalami penyebab kematian
Baca 10 detik
  • Warga Desa Talang Kapur menemukan jenazah pasangan suami istri di kebun karet pada Minggu malam.
  • Aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian korban dan mengimbau warga agar tidak menyebarkan spekulasi liar.
  • Penyidik akan menggunakan hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.

SuaraSumsel.id - Penemuan pasangan suami istri (pasutri) dalam kondisi meninggal dunia di kawasan kebun karet, Desa Talang Kapur, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, masih menyisakan banyak tanda tanya. Hingga Minggu (19/7/2026) malam, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian kedua korban.

Peristiwa ini menggegerkan warga setelah kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area perkebunan. Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan korban merupakan pasangan suami istri yang berasal dari Desa Pulau Harapan, Kecamatan Sembawa.

Berdasarkan informasi awal, jasad kedua korban ditemukan warga sekitar pukul 18.00 WIB saat melintas di kawasan kebun karet Desa Talang Kapur. Saat ditemukan, kondisi jenazah disebut telah mulai mengalami pembusukan sehingga diduga korban telah meninggal beberapa waktu sebelum akhirnya ditemukan warga.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian yang kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga berita ini ditulis, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian kedua korban. Petugas masih mengumpulkan barang bukti di lokasi, memeriksa kondisi jenazah, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya.

Pihak kepolisian juga belum mengungkap identitas resmi korban maupun kemungkinan adanya unsur tindak pidana.

Warga Diminta Tidak Berspekulasi

Kabar penemuan pasutri tersebut dengan cepat menyebar melalui media sosial dan aplikasi percakapan sehingga memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Namun hingga kini belum ada keterangan resmi yang menyatakan penyebab kematian kedua korban. Karena itu, polisi mengimbau masyarakat menunggu hasil penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga: Diminta Masakkan Makanan untuk Nenek, Pemuda di Banyuasin Aniaya Ibu Kandung

Selain melakukan olah TKP, penyidik juga akan mendalami hasil pemeriksaan terhadap jenazah untuk memastikan penyebab kematian.

Hasil pemeriksaan forensik nantinya akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan apakah peristiwa tersebut murni disebabkan faktor tertentu atau terdapat dugaan tindak pidana yang mengakibatkan kedua korban meninggal dunia.

Polisi memastikan perkembangan penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.

Load More