- Empat tahanan kabur dari Polres Empat Lawang pada Selasa dini hari melalui celah ventilasi udara yang telah dirusak.
- Penyelidikan mengungkap bahwa para pelaku merencanakan pelarian dengan menggesek teralis besi sel secara perlahan selama empat hari.
- Polisi melakukan pengejaran terhadap empat buronan sekaligus memeriksa petugas jaga untuk menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian tugas.
SuaraSumsel.id - Pelarian empat tahanan dari ruang tahanan Polres Empat Lawang ternyata diduga bukan aksi spontan yang dilakukan dalam semalam. Polisi mengungkap para tahanan diduga telah menyiapkan rencana kabur tersebut selama beberapa hari dari balik jeruji besi.
Fakta itu terungkap setelah penyidik memeriksa seorang tahanan berinisial TS yang menjadi satu-satunya penghuni sel yang memilih tidak ikut melarikan diri. Dari keterangannya, empat tahanan yang kabur diduga sudah menggesek teralis besi ventilasi secara perlahan selama sekitar empat hari hingga akhirnya berhasil merusaknya.
Peristiwa kaburnya para tahanan diketahui pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WIB saat petugas Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) melakukan pengecekan rutin ke ruang tahanan. Ketika itu, petugas mendapati hanya satu tahanan yang masih berada di dalam sel nomor dua, sementara empat lainnya sudah menghilang.
Menurut Kasi Humas Polres Empat Lawang, Iptu Ariyanto, para tahanan diduga memanfaatkan ventilasi udara yang berada di bagian atas sel sebagai jalur pelarian. Setelah teralis berhasil dirusak, mereka diduga menggunakan kain yang dirangkai menyerupai tali untuk memanjat dinding dan mencapai ventilasi sebelum melarikan diri keluar dari ruang tahanan.
Empat tahanan yang kabur terdiri dari dua tersangka kasus narkoba, satu tersangka kasus yang dijerat Pasal 476 KUHP, serta satu tahanan kasus kriminal umum. Sementara TS tetap berada di dalam sel dan kini telah diperiksa sebagai saksi untuk membantu mengungkap kronologi pelarian tersebut.
Fakta bahwa teralis ventilasi diduga digesek sedikit demi sedikit selama empat hari menimbulkan pertanyaan baru mengenai bagaimana aksi tersebut dapat berlangsung tanpa terdeteksi lebih awal. Karena itu, selain memburu para tahanan yang kabur, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas menjaga tahanan saat kejadian.
Tiga anggota polisi yang bertugas saat malam kejadian telah dimintai keterangan. Namun hingga kini kepolisian belum menyimpulkan apakah terdapat unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut. Pemeriksaan masih terus berlangsung bersamaan dengan upaya pengejaran terhadap para tahanan yang melarikan diri.
Di sisi lain, tim gabungan Polres Empat Lawang masih melakukan penyisiran dan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah sekitar untuk mempersempit ruang gerak para buronan. Identitas keempat tahanan juga telah disebarluaskan guna membantu proses pencarian.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menunjukkan bagaimana sebuah rencana pelarian diduga dapat disusun dari dalam sel selama beberapa hari. Kini, selain memburu empat tahanan yang kabur, polisi juga berupaya mengungkap secara utuh bagaimana aksi tersebut bisa terjadi tanpa terdeteksi hingga para tahanan berhasil keluar dari ruang tahanan Polres Empat Lawang.
Baca Juga: Terbakar Cemburu, Pria di Empat Lawang Habisi Korban dengan Parang dan Tombak
Berita Terkait
-
Terbakar Cemburu, Pria di Empat Lawang Habisi Korban dengan Parang dan Tombak
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Terungkap Cara Bandar Kelola Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Warga Ikut Terlibat
-
Fakta Kronologi Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Bermula dari Palembang
-
Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Diduga Pasok Sumsel hingga Pulau Jawa
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?