- Seorang menantu berinisial Angga diduga membunuh ibu mertuanya, Aminah, di kebun kopi kawasan Ulu Musi, Empat Lawang.
- Peristiwa yang terjadi pada 19 Mei 2026 ini dipicu perselisihan keluarga terkait masalah pembagian hasil panen kopi.
- Pelaku telah ditangkap kepolisian pada 24 Mei 2026, sementara pencarian jasad korban di sungai masih terus dilakukan.
SuaraSumsel.id - Warga Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, digegerkan dengan kasus pembunuhan yang diduga dilakukan seorang menantu terhadap ibu mertuanya sendiri.
Korban bernama Aminah ditemukan diduga tewas setelah dianiaya menggunakan batang kayu di area kebun kopi.
Tragisnya, jasad korban disebut dimasukkan ke dalam karung sebelum akhirnya dibuang ke sungai di kawasan Talang Jerambah, Ulu Musi.
Kasus ini menjadi perhatian warga karena diduga dipicu persoalan pembagian hasil panen kopi di lingkungan keluarga.
Kapolsek Ulu Musi., Iptu Arsan Fajri, memastikan pihak kepolisian masih mendalami motif dalam kasus tersebut. Menurut polisi, sebelum dinyatakan hilang korban diketahui sempat pergi ke area kebun dan bertemu dengan pelaku. Setelah itu korban tidak kembali pulang ke rumah hingga keluarga melapor ke pihak kepolisian.
"Masih diselidiki," ujarnya, dihubungi Senin (25/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Selasa (19/5/2026) di area perkebunan kopi. Perselisihan diduga memuncak hingga membuat pelaku yang diketahui bernama Angga gelap mata dan menghabisi nyawa korban.
Setelah kejadian, pelaku diduga berusaha menghilangkan jejak dengan membuang jasad korban ke aliran sungai.
Namun pelarian pelaku akhirnya terhenti setelah aparat kepolisian berhasil menangkapnya beberapa hari kemudian.
Baca Juga: Terungkap Cara Bandar Kelola Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Warga Ikut Terlibat
Pelaku diamankan pada Minggu malam (24/5/2026) dan kini menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Meski pelaku sudah ditangkap, hingga memasuki hari kelima setelah kejadian, jasad korban disebut masih belum ditemukan. Warga bersama aparat masih terus melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai tempat korban diduga dibuang.
Kasus ini menambah daftar konflik keluarga yang berujung tragis di Sumatera Selatan dan memunculkan keprihatinan warga karena dipicu persoalan ekonomi dan pembagian hasil kebun.
Di media sosial, peristiwa tersebut juga ramai diperbincangkan warga Empat Lawang karena dianggap sangat keji dan terjadi di lingkungan keluarga sendiri.
Berita Terkait
-
Terungkap Cara Bandar Kelola Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Warga Ikut Terlibat
-
Fakta Kronologi Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Bermula dari Palembang
-
Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Diduga Pasok Sumsel hingga Pulau Jawa
-
Warga Empat Lawang Nikmati Fasilitas Baru dari CSR Bank Sumsel Babel di Hari Jadi Kabupaten
-
Tangisan dari Semak Bikin Geger, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Pinggir Jalan Empat Lawang
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?