- KPK memeriksa mantan Pj Bupati dan sejumlah pejabat Muara Enim di Jakarta terkait kasus suap.
- Kasus ini bermula dari OTT KPK pada Juni 2026 yang mengamankan Bupati nonaktif Edison beserta tiga tersangka lainnya.
- Penyidik mendalami dugaan suap pengadaan barang dan jasa guna memperkuat alat bukti perkara tersebut.
SuaraSumsel.id - Penyidikan dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif Edison terus bergulir. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas pemeriksaan dengan memanggil mantan Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim Hengky Putrawan bersama sejumlah pejabat aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa penyidik masih terus menelusuri rangkaian peristiwa dan peran para pihak dalam perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa yang menyeret kepala daerah tersebut.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Selain Hengky Putrawan, penyidik juga memeriksa Inspektur Kabupaten Muara Enim Fera Sari, Asisten II Setda Muara Enim Rusdi Hairullah, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muara Enim Emran Tabrani sebagai saksi.
Tidak hanya itu, KPK turut memanggil dua aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim berinisial KMD dan YNO, serta dua pihak swasta berinisial PRS dan THR.
Berdasarkan daftar kehadiran KPK, para saksi mulai berdatangan sejak pagi untuk menjalani pemeriksaan secara bergiliran. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Muara Enim Tarmizi Ismail dan seorang pihak swasta berinisial HRM juga dijadwalkan memenuhi panggilan penyidik pada hari yang sama.
Penyidikan Terus Berkembang
Masuknya mantan Pj Bupati bersama sejumlah pejabat strategis menunjukkan penyidik terus memperluas pendalaman perkara.
Meski demikian, KPK belum mengungkap materi pemeriksaan maupun keterkaitan spesifik masing-masing saksi dengan perkara tersebut. Dalam tahap penyidikan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk melengkapi konstruksi perkara dan memperkuat alat bukti sebelum mengambil langkah hukum berikutnya. Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 7–8 Juni 2026 yang mengamankan 10 orang di Jakarta dan Sumatera Selatan. Salah satu yang diamankan adalah Bupati Muara Enim saat itu, Edison.
Sehari kemudian, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni Edison, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim Abi Nurwardani, pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi Cory Erin Hardi, serta Adi Triyadi yang merupakan keponakan Edison.
Baca Juga: Demi Tingkatkan PAD, Pospera Sumsel Desak Ratu Dewa Utamakan Good Government Bapenda Palembang
Mereka diduga terlibat dalam perkara suap terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2025–2026.
Pemanggilan mantan Pj Bupati hingga pejabat yang masih aktif memunculkan perhatian publik terhadap arah penyidikan KPK. Namun hingga kini, lembaga antirasuah belum mengumumkan adanya penetapan tersangka baru dari hasil pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan para saksi masih merupakan bagian dari proses pendalaman untuk mengungkap konstruksi perkara secara utuh.
Perkembangan ini sekaligus menunjukkan bahwa penyidikan kasus dugaan suap di Muara Enim masih terus berjalan dan berpotensi berkembang seiring bertambahnya alat bukti serta keterangan para saksi.
Berita Terkait
-
Mengapa Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Digeledah KPK di Kasus Audit Muara Enim?
-
Bobby Rizaldi dan Kasus Audit BPK Muara Enim, Eks Staf Ahlinya Jadi Tersangka
-
Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim
-
PGE Bor Sumur Baru PLTP Lumut Balai di Muara Enim, Kejar Tambahan Listrik 55 MW
-
KPK Panggil Ibu Rumah Tangga Jadi Saksi Kasus Suap Audit BPK Muara Enim
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Baru Diangkat Jadi PPPK, Empat ASN Palembang Dipecat usai Absen Kerja Lebih dari 100 Hari
-
5 Anggota DPRD Palembang Diperiksa Kejari, Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Lampu Jalan?
-
Pertamina EP Prabumulih Tambah Potensi Produksi Minyak 2.068 BOPD dari Sumur Baru
-
Kilang Plaju Mulai Salurkan Biosolar B50, Pasokan Energi Sumatera Bagian Selatan Masuk Babak Baru