- Kepolisian membongkar ladang ganja ilegal seluas 20 hektare di Desa Batu Jungul, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.
- Tersangka berinisial PD ditangkap di Palembang atas dugaan mengelola ladang ganja terorganisir dengan sistem bagi hasil warga.
- Petugas menyita ratusan kilogram ganja siap edar serta ribuan bibit yang ditanam tersamar di antara perkebunan kopi warga.
SuaraSumsel.id - Bukit yang selama ini tampak sunyi di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, ternyata menyimpan aktivitas ilegal berskala besar. Aparat kepolisian membongkar ladang ganja seluas sekitar 20 hektare, yakni luas yang setara puluhan lapangan sepak bola, yang diduga dikelola secara terorganisir layaknya perkebunan resmi.
Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di kawasan perbukitan Desa Batu Jungul. Setelah penyelidikan mendalam, polisi menemukan pola yang tidak biasa: lahan ditata rapi, bibit disiapkan sistematis, hingga proses panen yang terjadwal.
Tak lama kemudian, polisi menangkap seorang pria berinisial PD (48) di Palembang. Ia diduga menjadi sosok kunci di balik pengelolaan ladang ganja tersebut. Dari tangan tersangka, petugas menyita ratusan kilogram ganja kering siap edar, puluhan kilogram lainnya di rumah, serta ribuan bibit yang siap ditanam.
Yang mengejutkan, ladang ganja ini tidak dikelola secara sembunyi-sembunyi biasa. Polisi menemukan bahwa tanaman ganja ditanam berdampingan dengan kopi untuk menyamarkan aktivitas ilegal tersebut.
Lebih jauh, sistem pengelolaannya disebut menyerupai perkebunan legal. Ada pembagian area tanam, pola pembibitan, hingga perhitungan hasil panen. Bahkan, hasilnya diduga sudah dipasarkan hingga ke luar daerah, termasuk ke Pulau Jawa.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah dugaan adanya sistem bagi hasil antara pengelola dengan warga sekitar. Skema ini disebut-sebut menggunakan pola 50:50, yang membuat sebagian warga ikut terlibat dalam aktivitas tersebut.
Namun, muncul pertanyaan besar: apakah mereka benar-benar terlibat secara sadar, atau justru terjebak dalam tekanan ekonomi?
Fakta ini membuka sisi lain dari kasus tersebut—bahwa jaringan narkoba tidak hanya bergerak secara kriminal, tetapi juga menyentuh aspek sosial masyarakat di sekitarnya.
Kasus ini terungkap melalui rangkaian panjang penyelidikan. Polisi awalnya melakukan pemantauan di lokasi yang sulit dijangkau. Dalam prosesnya, petugas sempat mendapat perlawanan dari pihak tertentu.
Baca Juga: Fakta Kronologi Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Bermula dari Palembang
Pengembangan kasus kemudian mengarah pada penangkapan tersangka utama di Palembang. Dari situlah jaringan yang lebih besar mulai terbuka, termasuk lokasi ladang ganja yang tersebar di area perbukitan.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Narkotika. Ia terancam hukuman berat, mulai dari penjara seumur hidup hingga pidana mati.
Polisi juga masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat, termasuk pihak yang berperan dalam distribusi.
Kasus ini menjadi alarm bahwa praktik narkoba di Sumatera Selatan telah berkembang dengan pola baru—lebih terstruktur, tersembunyi, dan melibatkan banyak pihak.
Di balik perbukitan yang tampak tenang, ternyata ada sistem yang berjalan rapi, nyaris menyerupai industri. Pertanyaannya kini, berapa banyak lagi “ladang tersembunyi” yang belum terungkap?
Berita Terkait
-
Fakta Kronologi Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Bermula dari Palembang
-
Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Diduga Pasok Sumsel hingga Pulau Jawa
-
Warga Empat Lawang Nikmati Fasilitas Baru dari CSR Bank Sumsel Babel di Hari Jadi Kabupaten
-
Tangisan dari Semak Bikin Geger, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Pinggir Jalan Empat Lawang
-
Ladang Ganja 3 Hektare Tersembunyi di Lereng Hutan Empat Lawang Terbongkar
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
Jelang HUT RI, Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Tambah Produksi Minyak 1.400 BOPD dari Tiga Sumur Baru
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu