Tasmalinda
Kamis, 23 Juli 2026 | 23:42 WIB
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, secara perdana di Palembang, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Kilang Pertamina Plaju resmi menyalurkan Biosolar B50 untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor.
  • Distribusi perdana bahan bakar nabati campuran sawit tersebut dikirim dari Kilang Plaju menuju Integrated Terminal Palembang.
  • Penerapan kebijakan energi baru ini juga bertujuan menekan emisi gas rumah kaca demi mendukung pembangunan rendah karbon.

SuaraSumsel.id - Kilang Pertamina Plaju resmi memulai penyaluran Biosolar B50 sebagai bagian dari implementasi mandatori B50 yang mulai diterapkan pemerintah. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar berbasis sumber daya domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Sebagai salah satu kilang strategis yang memasok kebutuhan bahan bakar minyak di wilayah Sumatera Bagian Selatan, Kilang Plaju menjadi bagian dari rantai distribusi yang memastikan kebijakan energi nasional dapat berjalan hingga ke masyarakat.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan seluruh persiapan telah dilakukan agar penyaluran Biosolar B50 berlangsung sesuai standar kualitas, keselamatan, dan keandalan operasi.

"Sebagai salah satu kilang strategis yang menopang kebutuhan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan, Kilang Plaju berkomitmen memastikan setiap tahapan operasional Biosolar B50 berjalan sesuai standar dan memenuhi spesifikasi yang ditetapkan. Melalui kesiapan tersebut, kami siap mendukung implementasi B50 sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pasokan energi yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan," ujarnya.

B50 Jadi Langkah Menuju Kemandirian Energi

Implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi berbasis bahan baku dalam negeri. Melalui pencampuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dengan 50 persen solar, pemerintah berharap konsumsi energi nasional semakin bertumpu pada potensi domestik.

Kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, tetapi juga memperkuat industri sawit nasional yang selama ini menjadi salah satu komoditas strategis Indonesia.

Di saat kebutuhan energi terus meningkat, pemanfaatan bahan baku lokal dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Dari Kilang Plaju Menuju Sumatera Bagian Selatan
Penyaluran perdana Biosolar B50 dilakukan dari Kilang Plaju menuju Integrated Terminal Palembang sebagai awal distribusi ke berbagai wilayah di Sumatera Bagian Selatan.

Baca Juga: Jadwal Terbaru SPBU Solar di Palembang 2026, Ini Daftar Layanan 24 Jam dan Malam Hari

Sebelum penyaluran dimulai, Kilang Plaju telah menyiapkan berbagai aspek operasional, mulai dari kesiapan fasilitas produksi, pengendalian mutu produk, hingga sistem keselamatan kerja. Seluruh proses tersebut dilakukan agar kualitas Biosolar B50 tetap memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.

Bagi masyarakat, implementasi Biosolar B50 diharapkan berlangsung tanpa mengganggu ketersediaan pasokan BBM, sekaligus menjadi bagian dari transformasi energi nasional yang berlangsung secara bertahap.

Tak Hanya Pasokan, tetapi Juga Lingkungan

Selain memperkuat ketahanan energi, penggunaan Biosolar B50 juga diharapkan memberikan manfaat terhadap lingkungan. Peningkatan porsi bahan bakar nabati dinilai dapat membantu menekan emisi gas rumah kaca dibandingkan penggunaan solar konvensional.

Karena itu, implementasi B50 tidak hanya menjadi kebijakan sektor energi, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah mendukung target pembangunan rendah karbon dan transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan.

Melalui penyaluran Biosolar B50, Kilang Plaju menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan energi, meningkatkan kualitas layanan, serta mendukung agenda transisi energi nasional yang berkelanjutan.

Load More