- Polda Sumatera Selatan mengungkap ladang ganja seluas 20 hektare di Kabupaten Empat Lawang melalui pengembangan kasus seorang bandar.
- Polisi mengamankan 220 kilogram ganja siap edar serta menetapkan empat orang tersangka lainnya sebagai buronan dalam jaringan tersebut.
- Operasi yang dilakukan sejak Februari 2026 ini berhasil memutus distribusi narkoba ilegal yang mencakup wilayah hingga Pulau Jawa.
SuaraSumsel.id - Kasus ladang ganja seluas 20 hektare di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, yang menghebohkan publik ternyata bermula dari penangkapan seorang bandar di Kota Palembang.
Dari pengembangan kasus itulah polisi akhirnya berhasil membongkar jaringan ganja lintas wilayah yang diduga memasok barang haram ke sejumlah daerah di Sumatera Selatan hingga Pulau Jawa.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan bersama Polres Empat Lawang mengungkap kasus besar ini setelah melakukan penyelidikan intensif sejak Februari 2026.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, mengatakan pengungkapan berawal saat petugas menangkap tersangka utama berinisial PD alias Pinhar di kawasan loket bus di Jalan Gubernur H Bastari, Palembang.
“Awalnya kami mengamankan tersangka PD alias Pinhar di Palembang. Dari tangan tersangka ditemukan barang bukti ganja yang kemudian kami lakukan pengembangan,” ujar Yulian.
Dari hasil pemeriksaan terhadap Pinhar, polisi mendapat informasi adanya ladang ganja besar yang tersembunyi di wilayah perbukitan Desa Batu Jungul, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang.
Petugas kemudian bergerak menuju lokasi yang cukup sulit dijangkau. Aparat harus menyusuri medan terjal dan kawasan perbukitan untuk memastikan keberadaan ladang tersebut.
Setibanya di lokasi, polisi menemukan hamparan tanaman ganja dalam skala besar dengan luas mencapai 20 hektare.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan 220 kilogram ganja kering siap edar yang dikemas dalam 11 karung besar.
Baca Juga: Janji Ratu Dewa-Prima Salam Soal Palembang Bebas Banjir Saat Pilkada 2024, Masih Ingat?
“Selain ladang ganja, kami juga mengamankan 220 kilogram ganja kering siap edar yang sudah dipanen dan dikemas,” ungkap Yulian.
Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti lain berupa empat unit sepeda motor, dokumen kepemilikan lahan, serta peta lokasi kebun ganja.
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, jaringan ini diduga telah beroperasi sejak tahun 2024.
“Dari hasil penyidikan, tersangka mengendalikan proses penanaman, perawatan, panen hingga distribusi. Jaringannya diduga mencakup Empat Lawang, Palembang hingga Pulau Jawa,” katanya.
Polisi juga menetapkan empat orang lainnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang kini masih diburu aparat.
“Empat orang lainnya saat ini sudah kami tetapkan sebagai DPO dan masih dalam pengejaran,” tegas Yulian.
Berita Terkait
-
Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Terbongkar, Diduga Pasok Sumsel hingga Pulau Jawa
-
Bukan Cabai, Petani di Empat Lawang Tanam 44 Batang Ganja di Dapur Rumah
-
5 Fakta Bungkusan Mencurigakan di Kebun Sawit, Isinya Ternyata 5 Kilogram Ganja
-
Ladang Ganja 3 Hektare Tersembunyi di Lereng Hutan Empat Lawang Terbongkar
-
Ladang Ganja di Kaki Gunung Kerinci Terbongkar, 19 Batang Siap Panen Diamankan
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Mengenal RUMPUN HIJAU, Program yang Dorong Perempuan Ambil Peran dalam Transisi Energi
-
Siapa Titin Rita Lestari? Ketua Tim BPK Sumsel yang Kini Jadi Tersangka KPK Bersama Edison
-
Kronologi Kasus Edison Jadi Tersangka Dua Kali: Dari Proyek Smart TV hingga Suap Auditor BPK
-
Mengapa Edison Kembali Jadi Tersangka? Ini Perbedaan Dua Kasus yang Menjerat Bupati Muara Enim
-
Sumarni Resmi Jadi Plt Bupati Muara Enim, Bisakah Langsung Ganti Pejabat?