- Peningkatan aksi kejahatan jalanan di Sumatera Selatan membuat masyarakat merasa resah dan takut beraktivitas pada malam hari.
- Polda Sumsel memperketat patroli rutin di titik rawan serta menyiagakan layanan darurat Call Center 110 selama 24 jam.
- Masyarakat kini lebih waspada dengan membatasi aktivitas malam guna mengantisipasi ancaman kekerasan dari pelaku kriminal di jalan raya.
SuaraSumsel.id - Fenomena kejahatan jalanan kembali menjadi perhatian masyarakat di Sumatera Selatan. Aksi begal, pencurian dengan kekerasan, hingga perampasan di jalanan membuat sebagian warga mulai merasa waswas saat beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kriminal jalanan di Sumsel kerap menjadi perbincangan setelah sejumlah aksi pelaku terekam CCTV dan viral di media sosial. Tidak sedikit warga mengaku mulai lebih berhati-hati saat melintas di jalan sepi, terutama ketika berkendara sendirian pada malam hari.
Keresahan masyarakat muncul karena pelaku kejahatan jalanan kini dinilai semakin nekat. Beberapa kasus bahkan disertai ancaman senjata tajam hingga dugaan senjata api demi melumpuhkan korban.
Situasi tersebut membuat isu keamanan malam hari kembali menjadi sorotan di Sumatera Selatan, khususnya di kawasan perkotaan dan jalur yang minim aktivitas warga.
Menanggapi fenomena itu, Polda Sumsel memastikan penguatan patroli rutin dan pengamanan di sejumlah titik rawan kriminalitas terus dilakukan. Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Selain patroli malam, Polda Sumsel juga mengoptimalkan layanan darurat Call Center 110 yang dapat digunakan masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan tindak kriminal maupun situasi darurat lainnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat terkait gangguan keamanan dan kriminalitas jalanan.
Fenomena begal dan kriminalitas jalanan sendiri dinilai bukan hanya berdampak pada korban secara langsung, tetapi juga memengaruhi rasa aman masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Sebagian warga kini mulai mengurangi aktivitas malam, memilih jalur ramai, hingga menghindari bepergian sendirian demi mengantisipasi potensi tindak kriminal di jalanan.
Baca Juga: Dini Hari Mencekam di Palembang, Mobil Dibakar Bom Molotov, Pelaku Terekam CCTV
Polda Sumsel berharap partisipasi masyarakat dalam melapor cepat dan meningkatkan kewaspadaan dapat membantu menekan angka kriminalitas serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Sumatera Selatan.
Tag
Berita Terkait
-
Dini Hari Mencekam di Palembang, Mobil Dibakar Bom Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
7 Fakta Aksi Heroik Bocah Palembang Lawan Begal hingga Pelaku Lari Tunggang Langgang
-
5 Lokasi Rawan Kejahatan yang Harus Dihindari Saat Malam Hari, Jangan Lengah di Jam Sepi
-
Drama Polisi Tidur Berpaku: Sudah Bikin Ban Warga Bocor, Kini Lurah Malah Didorong ke Parit
-
Gagal Curi Motor, Begal Tembak Perempuan di Tengah Kemacetan Palembang! Korban Luka Serius
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?