Tasmalinda
Senin, 25 Mei 2026 | 11:13 WIB
Warga Sumsel mulai takut keluar malam, aksi begal dan kejahatan jalanan kembali meresahkan
Baca 10 detik
  • Peningkatan aksi kejahatan jalanan di Sumatera Selatan membuat masyarakat merasa resah dan takut beraktivitas pada malam hari.
  • Polda Sumsel memperketat patroli rutin di titik rawan serta menyiagakan layanan darurat Call Center 110 selama 24 jam.
  • Masyarakat kini lebih waspada dengan membatasi aktivitas malam guna mengantisipasi ancaman kekerasan dari pelaku kriminal di jalan raya.

SuaraSumsel.id - Fenomena kejahatan jalanan kembali menjadi perhatian masyarakat di Sumatera Selatan. Aksi begal, pencurian dengan kekerasan, hingga perampasan di jalanan membuat sebagian warga mulai merasa waswas saat beraktivitas pada malam hingga dini hari.

Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kriminal jalanan di Sumsel kerap menjadi perbincangan setelah sejumlah aksi pelaku terekam CCTV dan viral di media sosial. Tidak sedikit warga mengaku mulai lebih berhati-hati saat melintas di jalan sepi, terutama ketika berkendara sendirian pada malam hari.

Keresahan masyarakat muncul karena pelaku kejahatan jalanan kini dinilai semakin nekat. Beberapa kasus bahkan disertai ancaman senjata tajam hingga dugaan senjata api demi melumpuhkan korban.

Situasi tersebut membuat isu keamanan malam hari kembali menjadi sorotan di Sumatera Selatan, khususnya di kawasan perkotaan dan jalur yang minim aktivitas warga.

Menanggapi fenomena itu, Polda Sumsel memastikan penguatan patroli rutin dan pengamanan di sejumlah titik rawan kriminalitas terus dilakukan. Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.

Selain patroli malam, Polda Sumsel juga mengoptimalkan layanan darurat Call Center 110 yang dapat digunakan masyarakat selama 24 jam untuk melaporkan tindak kriminal maupun situasi darurat lainnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk mempercepat respons terhadap laporan masyarakat terkait gangguan keamanan dan kriminalitas jalanan.

Fenomena begal dan kriminalitas jalanan sendiri dinilai bukan hanya berdampak pada korban secara langsung, tetapi juga memengaruhi rasa aman masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sebagian warga kini mulai mengurangi aktivitas malam, memilih jalur ramai, hingga menghindari bepergian sendirian demi mengantisipasi potensi tindak kriminal di jalanan.

Baca Juga: Dini Hari Mencekam di Palembang, Mobil Dibakar Bom Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Polda Sumsel berharap partisipasi masyarakat dalam melapor cepat dan meningkatkan kewaspadaan dapat membantu menekan angka kriminalitas serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif di wilayah Sumatera Selatan.

Load More