- Ditpolairud Polda Sumsel menggagalkan distribusi 21 ton solar ilegal ke tiga kapal tug boat di Sungai Musi, Palembang.
- Petugas mengamankan lima orang serta menyita dua truk tangki modifikasi saat penggerebekan di Dermaga PT Payung Samudera.
- Polda Sumsel terus menyelidiki jaringan distribusi tersebut untuk mengungkap pihak yang membiayai dan pemilik asli BBM ilegal.
SuaraSumsel.id - Sebanyak 21 ton solar olahan ilegal nyaris didistribusikan ke tiga kapal tug boat yang bersandar di kawasan Sungai Musi, Palembang. Polisi memang telah mengamankan lima orang dalam kasus ini, tetapi pertanyaan yang lebih besar belum sepenuhnya terjawab: siapa sebenarnya yang berada di balik aliran puluhan ton BBM ilegal tersebut?
Kasus ini terbongkar saat personel Subdit Penegakan Hukum Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Selatan melakukan patroli di kawasan perairan Sungai Musi, Rabu (8/7/2026) malam.
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho mengatakan lima orang turut diamankan. Mereka masing-masing berinisial T (35), AS (23), H (35), F (23), dan MI (23). Kelima orang tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas distribusi BBM ilegal melalui jalur perairan. Namun, penyidikan tidak berhenti pada orang-orang yang ditemukan di lokasi.
Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas mendapati aktivitas mencurigakan di Dermaga PT Payung Samudera, Kecamatan Gandus, Palembang. BBM diduga tengah dipindahkan dari kendaraan tangki modifikasi menuju kapal-kapal yang sedang bersandar. "“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, petugas mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam aktivitas pengangkutan dan pemindahan BBM ilegal yang akan didistribusikan melalui jalur perairan,” ujar Heru.
Petugas kemudian bergerak melakukan penindakan. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan sekitar 21 ton solar olahan ilegal yang diduga hendak disalurkan kepada tiga tug boat. Dua truk tangki modifikasi turut disita sebagai barang bukti.
Polda Sumsel memastikan kasus tersebut terus dikembangkan untuk menelusuri seluruh mata rantai distribusi BBM ilegal yang beroperasi di wilayah Sumatera Selatan.
Besarnya volume solar yang ditemukan membuat kasus ini tak sekadar berbicara mengenai distribusi BBM ilegal dalam jumlah kecil. Sebanyak 21 ton solar membutuhkan sarana pengangkutan, tempat penyimpanan, jalur distribusi, hingga calon penerima.
Polisi menemukan dua kendaraan tangki yang telah dimodifikasi dan tiga tug boat dalam pengungkapan tersebut. Aktivitas pemindahan BBM berlangsung di sebuah dermaga di kawasan Gandus sebelum akhirnya dihentikan petugas.
Temuan inilah yang membuka pertanyaan mengenai rantai pasok di balik 21 ton solar tersebut. Apakah lima orang yang diamankan merupakan pemilik BBM, pengangkut, pekerja lapangan, atau bagian dari jaringan yang lebih besar, masih menjadi materi penyidikan.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Pemuda Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel hingga Minta Pinjam Helikopter
Begitu pula dengan asal-usul solar olahan tersebut dan siapa penerima akhirnya. Hingga informasi terakhir yang tersedia, polisi belum mengumumkan adanya pihak lain yang ditetapkan sebagai tersangka di luar lima orang yang diamankan.
Karena itu, penyidikan lanjutan menjadi penting untuk memastikan siapa pemilik BBM, pihak yang membiayai pengangkutan, serta tujuan akhir distribusi solar tersebut.
Kasus 21 ton solar ilegal ini sekaligus menunjukkan jalur perairan menjadi salah satu titik penting dalam pengawasan distribusi BBM di Sumatera Selatan. Dengan keberadaan kapal-kapal angkutan dan aktivitas industri di sepanjang sungai, pengawasan terhadap pergerakan BBM menjadi krusial untuk mencegah distribusi ilegal.
Polda Sumsel menyatakan penyidikan akan dikembangkan untuk mengungkap seluruh mata rantai yang terlibat, tidak hanya pihak-pihak yang berada di lokasi saat penggerebekan.
Hingga kini, lima orang telah diamankan dalam kasus tersebut. Namun, besarnya barang bukti berupa 21 ton solar olahan, dua kendaraan tangki modifikasi, dan keterlibatan tiga tug boat membuat pengembangan kasus menjadi hal yang dinanti.
Siapa pemilik puluhan ton solar itu? Dari mana BBM tersebut berasal? Kepada siapa sebenarnya solar akan dijual? Dan apakah ada pihak lain yang mengendalikan distribusi dari balik layar?
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Lengkap Pemuda Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel hingga Minta Pinjam Helikopter
-
Heboh Pemuda Bawa Bendera Tauhid Terobos Mapolda Sumsel, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Mayat Perempuan Mengapung di Sungai Musi Bikin Heboh, Ini Ciri-ciri Korban yang Dicari Polisi
-
BRI Tegaskan Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif, Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumsel
-
Lompat ke Sungai Musi Saat Digerebek, Bandar Sabu Ditemukan Tewas Dua Hari Kemudian
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?
-
Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam