- Seorang sopir truk asal Jambi diduga diculik dan diancam oleh sekelompok pria saat mengantre solar di SPBU Palembang.
- Korban dipaksa menandatangani surat perdamaian serta dimintai uang sepuluh juta rupiah setelah mengalami intimidasi fisik di lokasi.
- Korban melaporkan kasus yang diduga melibatkan oknum polisi tersebut ke Propam untuk mendapatkan perlindungan dan proses hukum lanjut.
SuaraSumsel.id - Keributan antrean pengisian solar di sebuah SPBU di Kota Palembang disebut berujung mencekam. Seorang sopir truk asal Jambi mengaku diculik, dipiting, hingga diancam ditembak oleh sekelompok pria yang diduga melibatkan oknum polisi.
Korban berinisial RY mengaku mengalami peristiwa itu setelah terlibat cekcok saat mengantre solar subsidi.
Menurut pengakuannya, insiden bermula ketika terjadi ribut antrean di lokasi pengisian BBM. Namun situasi disebut berubah tegang setelah korban didatangi sejumlah pria.
“Korban mengaku sempat dipiting dan dipaksa ikut masuk mobil,” ujar sumber yang mengetahui laporan tersebut.
Tidak hanya itu, korban juga mengaku mendapat ancaman serius.
“Katanya korban diancam, ‘ikut atau saya tembak’,” ungkap sumber tersebut.
Peristiwa itu membuat korban ketakutan. Sopir truk tersebut bahkan mengaku sempat dibawa paksa sebelum akhirnya dipaksa menyelesaikan persoalan secara damai.
Korban juga menyebut dirinya diminta menyerahkan uang hingga Rp10 juta. Selain itu, ia mengaku dipaksa menandatangani surat perdamaian.
Kasus ini kini menjadi sorotan karena dalam laporannya korban menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian.
Baca Juga: Ngeri, Pelajar 14 Tahun Ditusuk di Leher Saat Tawuran Berdarah di Palembang
Tak terima dengan perlakuan yang dialaminya, korban akhirnya melapor ke Propam untuk meminta perlindungan dan penanganan atas kasus tersebut.
Cerita dugaan penculikan sopir truk itu pun langsung menjadi perbincangan di kalangan sopir angkutan dan masyarakat, terutama karena dipicu persoalan antrean solar subsidi yang selama ini memang kerap memicu ketegangan di lapangan.
Sejumlah sopir mengaku antrean solar sering menimbulkan konflik akibat panjangnya antrean dan tingginya kebutuhan BBM kendaraan angkutan.
“Kalau antre solar memang sering ribut, apalagi kalau ada yang merasa diserobot,” ujar seorang sopir truk lainnya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum polisi dalam kasus tersebut. Namun laporan korban telah memicu perhatian publik karena dinilai cukup serius.
Pihak kepolisian dikabarkan masih mendalami laporan yang disampaikan korban, termasuk menelusuri kronologi keributan di lokasi SPBU. Kasus ini kembali menyoroti persoalan distribusi solar subsidi yang kerap memicu konflik di lapangan, terutama di kalangan sopir angkutan barang yang harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Berita Terkait
-
Detik-detik Ayah Amankan Pria Misterius yang Incar Anaknya di Depan Sekolah
-
Mengapa Kelangkaan Solar di Sumsel Terus Terulang? Demo Jadi Peringatan
-
Ada Apa dengan Solar Langka sampai Ratusan Sopir Truk Mengamuk di Kantor Gubernur Sumsel?
-
Aturan Baru Solar Subsidi di Palembang: 14 SPBU Hanya Buka Jam Malam, 4 Langsung Ditutup
-
Daftar 18 SPBU Palembang yang Diatur Pengisian Solar: 4 Dilarang, 14 Hanya Buka Jam Malam
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar
-
Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini
-
Perkuat Pembiayaan Hunian, BRI Pimpin Kolaborasi Himbara di Danantara Housing Expo 2026
-
Panas hingga 34 Derajat, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Karhutla di Sumsel
-
Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi