- Kecelakaan bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara mengakibatkan 18 orang meninggal dunia serta melukai penumpang lainnya.
- Tim DVI sedang berupaya mengidentifikasi jenazah dan potongan tubuh korban, termasuk yang diduga berasal dari anak-anak.
- Kepolisian bersama KNKT saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terkait penyebab kecelakaan di Jalinsum wilayah Musi Rawas Utara.
SuaraSumsel.id - Tragedi maut bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara meninggalkan duka mendalam bagi banyak keluarga. Di antara puluhan korban, sejumlah anak-anak disebut menjadi korban dalam kecelakaan yang menewaskan 18 orang tersebut.
Hingga kini, proses identifikasi korban masih terus dilakukan tim Disaster Victim Identification (DVI). Beberapa jenazah bahkan dilaporkan mengalami kondisi sulit dikenali sehingga proses identifikasi membutuhkan waktu lebih lama.
Yang paling memilukan, tim DVI disebut menemukan potongan tubuh yang diduga milik anak kecil saat proses evakuasi dan identifikasi korban berlangsung.
Temuan itu membuat suasana di rumah sakit dan ruang jenazah dipenuhi tangis keluarga yang menunggu kepastian kabar anggota keluarganya.
“Masih ada bagian tubuh yang sedang diidentifikasi. Diduga milik anak-anak,” ujar petugas yang terlibat dalam proses identifikasi.
Keluarga korban tampak terus berdatangan ke rumah sakit sambil membawa harapan anggota keluarga mereka masih bisa ditemukan atau dikenali.
Namun suasana haru pecah ketika satu per satu identitas korban mulai diumumkan.
Beberapa keluarga bahkan histeris setelah mengetahui anggota keluarganya masuk dalam daftar korban meninggal dunia dalam tragedi bus ALS tersebut.
Kecelakaan maut bus ALS di Muratara sebelumnya menjadi perhatian nasional setelah jumlah korban tewas terus bertambah. Selain korban meninggal, sejumlah penumpang lain juga mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.
Baca Juga: Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
Di tengah proses investigasi penyebab kecelakaan, perhatian publik kini juga tertuju pada nasib korban anak-anak yang ikut menjadi korban dalam tragedi tersebut.
Banyak warga mengaku tidak sanggup membayangkan kepanikan yang terjadi di dalam bus sesaat sebelum kecelakaan maut itu terjadi.
“Kasihan anak-anak yang jadi korban,” tulis seorang warganet di media sosial.
Sementara itu, tim KNKT bersama kepolisian masih terus mendalami penyebab kecelakaan maut tersebut, termasuk kondisi kendaraan dan faktor jalan di Jalinsum wilayah Muratara.
Tragedi ini kini menjadi salah satu kecelakaan transportasi paling memilukan di Sumsel dalam beberapa tahun terakhir.
Berita Terkait
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020
-
Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak
-
8 Fakta Terbaru Tragedi Bus ALS di Muratara, Armada Lama Jadi Sorotan
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Bertambah, Satu Keluarga Masuk Daftar Korban Tewas
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu