Tasmalinda
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:12 WIB
Kecelakaan bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara mengakibatkan 18 orang meninggal dunia serta sejumlah penumpang luka berat. Bus ALS maut di Muratara tetap angkut penumpang meski izin mati sejak 2020
Baca 10 detik
  • Kecelakaan bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara mengakibatkan 18 orang meninggal dunia serta sejumlah penumpang luka berat.
  • Kementerian Perhubungan menyatakan bus tersebut masih beroperasi membawa penumpang meskipun izin operasional sudah mati sejak tahun 2020.
  • KNKT saat ini sedang melakukan investigasi mendalam terkait penyebab kecelakaan serta pengawasan lemah terhadap operasional kendaraan angkutan umum.

SuaraSumsel.id - Fakta mengejutkan terungkap di balik tragedi maut bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara yang menewaskan 18 orang. Bus antarkota antarprovinsi tersebut ternyata masih mengangkut penumpang meski izin operasionalnya disebut sudah mati sejak tahun 2020.

Informasi itu diungkap Kementerian Perhubungan di tengah proses investigasi kecelakaan maut yang hingga kini masih dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Fakta mengenai izin operasi yang sudah lama tidak aktif langsung memicu sorotan publik. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana bus dengan izin mati masih bisa bebas beroperasi membawa penumpang lintas provinsi.

“Bus tersebut diketahui sudah tidak memiliki izin operasi aktif sejak 2020,” demikian keterangan dari Kemenhub.

Tragedi bus ALS di Muratara sebelumnya menjadi perhatian nasional setelah jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Selain korban tewas, sejumlah penumpang lainnya juga mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif.

Proses identifikasi korban bahkan melibatkan tim DVI karena beberapa jenazah mengalami kondisi sulit dikenali.

Di tengah suasana duka keluarga korban, fakta soal izin bus yang telah mati selama bertahun-tahun membuat kemarahan publik semakin meluas di media sosial.

“Kalau izinnya sudah mati sejak 2020, kenapa masih bisa jalan dan bawa penumpang?” tulis salah satu komentar warganet.

Kemenhub menyebut investigasi KNKT masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Tim KNKT kini mendalami berbagai faktor, mulai dari kondisi kendaraan, kelayakan operasional hingga faktor jalan.

Baca Juga: Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak

Sebelumnya muncul dugaan sopir berusaha menghindari jalan berlubang sebelum bus akhirnya mengalami kecelakaan di Jalinsum wilayah Muratara.

Kondisi Jalur Lintas Sumatera sendiri selama ini kerap dikeluhkan pengendara karena terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan dan kerusakan jalan.

Tragedi bus ALS ini kini bukan hanya memunculkan pertanyaan soal penyebab kecelakaan, tetapi juga membuka sorotan terhadap lemahnya pengawasan kendaraan angkutan umum yang masih beroperasi meski izin sudah tidak aktif.

Sementara itu, pihak kepolisian bersama KNKT masih terus mengumpulkan data dan keterangan terkait kecelakaan maut tersebut.

Kasus bus ALS di Muratara kini menjadi salah satu tragedi transportasi paling menyita perhatian publik di Sumsel dalam beberapa waktu terakhi

Load More