- Kecelakaan bus ALS di Sumatera Selatan hingga Minggu (10/5/2026) menyebabkan 18 orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi.
- Tim DVI bekerja keras mengidentifikasi jenazah yang sulit dikenali, termasuk penemuan potongan tubuh diduga milik seorang anak.
- Petugas gabungan masih menyelidiki penyebab kecelakaan dan merawat penumpang luka berat yang menjadi korban insiden tragis tersebut.
SuaraSumsel.id - Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut bus ALS di wilayah Sumatera Selatan terus bertambah. Hingga Minggu (10/5/2026), total korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 18 orang.
Di tengah proses evakuasi dan identifikasi korban, tim Disaster Victim Identification (DVI) menemukan potongan tubuh yang diduga milik seorang anak. Temuan itu membuat suasana penanganan korban semakin memilukan.
Petugas gabungan bersama tim medis masih bekerja keras melakukan identifikasi terhadap para korban kecelakaan bus ALS yang disebut mengalami kerusakan parah usai insiden tragis tersebut.
Beberapa jenazah bahkan dilaporkan sulit dikenali sehingga proses identifikasi harus melibatkan tim DVI secara intensif.
“Masih ada bagian tubuh yang sedang kami identifikasi. Diduga milik anak-anak,” ujar salah seorang petugas di lokasi penanganan korban.
Kecelakaan maut bus ALS itu menjadi perhatian luas masyarakat karena jumlah korban yang terus bertambah dalam waktu singkat. Tangis keluarga korban pecah di rumah sakit saat proses pencarian identitas penumpang berlangsung.
Sejumlah keluarga tampak menunggu dengan cemas kabar anggota keluarganya yang belum ditemukan atau belum teridentifikasi.
Suasana duka menyelimuti ruang jenazah. Beberapa keluarga bahkan histeris setelah mengetahui kerabat mereka masuk dalam daftar korban meninggal dunia.
Bus ALS yang mengalami kecelakaan tersebut diketahui membawa banyak penumpang dalam perjalanan lintas provinsi. Namun nahas, perjalanan berubah menjadi tragedi yang menelan banyak korban jiwa.
Baca Juga: 8 Fakta Terbaru Tragedi Bus ALS di Muratara, Armada Lama Jadi Sorotan
Selain korban meninggal, sejumlah penumpang lainnya juga dilaporkan mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Petugas kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. Sementara proses identifikasi seluruh korban terus dilakukan agar para korban segera bisa diserahkan kepada keluarga masing-masing.
Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi transportasi paling memilukan di Sumsel dalam beberapa waktu terakhir, terlebih setelah muncul temuan potongan tubuh yang diduga milik anak kecil di lokasi penanganan korban.
Berita Terkait
-
8 Fakta Terbaru Tragedi Bus ALS di Muratara, Armada Lama Jadi Sorotan
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Bertambah, Satu Keluarga Masuk Daftar Korban Tewas
-
Identitas Korban Bus ALS di Muratara Mulai Terungkap, Ini Daftar Nama yang Sudah Teridentifikasi
-
Bus ALS yang Terbakar di Muratara Ternyata Bawa Motor dan Tabung Gas Elpiji
-
Perjalanan Pasutri asal Pati Berubah Mencekam saat Bus ALS Terbakar di Muratara
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang