- Satresnarkoba Polres Kerinci menangkap enam tersangka narkoba yang terbagi dalam empat kasus berbeda di wilayah Kabupaten Kerinci.
- Aparat mengungkap keterlibatan hubungan darah seperti ayah-anak dan kakak-beradik dalam sindikat peredaran sabu sistem tempel tersebut.
- Para tersangka menggunakan transaksi digital untuk beroperasi dan kini terancam hukuman berat berdasarkan Undang-Undang Narkotika yang berlaku.
SuaraSumsel.id - Polisi mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus peredaran narkoba di Kabupaten Kerinci. Bisnis sabu yang dibongkar aparat ternyata tidak hanya melibatkan satu pelaku, tetapi menyeret hubungan keluarga mulai dari ayah dan anak hingga kakak beradik.
Pengungkapan itu langsung menjadi sorotan warga karena para pelaku yang diamankan masih memiliki hubungan darah dan diduga saling membantu menjalankan bisnis haram tersebut.
Dalam operasi yang dilakukan Satresnarkoba Polres Kerinci, polisi mengungkap empat kasus berbeda dengan total enam tersangka. Dari jumlah itu, terdapat pasangan bapak-anak serta saudara kandung yang ikut diamankan.
Kasus yang paling menyita perhatian adalah keterlibatan seorang ayah berinisial YR (46) yang diduga membantu anak kandungnya, MA (27), mengedarkan sabu.
Polisi menyebut MA berperan sebagai kurir tempel untuk jaringan narkoba. Sementara sang ayah diduga ikut membantu meletakkan paket sabu di titik tertentu sesuai arahan bandar.
“Hubungan keluarga membuat mereka lebih mudah saling percaya,” ujar sumber kepolisian.
Tidak hanya itu, polisi sebelumnya juga menangkap kakak beradik berinisial FR (26) dan JZ (30) di Desa Talang Lindung. Keduanya diduga terlibat dalam transaksi sabu menggunakan sistem “tempel”.
Dalam sistem tersebut, paket narkoba diletakkan di lokasi tertentu lalu diambil pembeli berdasarkan petunjuk titik GPS. Cara ini dinilai sengaja dipakai untuk menghindari pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.
Fenomena keluarga terlibat jaringan narkoba membuat warga sekitar ikut terkejut. Banyak yang tidak menyangka hubungan darah justru dipakai untuk menjalankan bisnis ilegal.
Baca Juga: Isak Tangis Pecah di Pemakaman Myta, Dokter Muda Diduga 3 Bulan Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
“Biasanya keluarga saling menjaga, ini malah sama-sama masuk narkoba,” ujar warga.
Kasus ini dinilai menjadi alarm serius karena narkoba kini tidak lagi hanya menyeret individu, tetapi mulai masuk ke lingkaran keluarga.
Dalam banyak kasus, faktor ekonomi dan pengaruh lingkungan terdekat disebut menjadi alasan anggota keluarga akhirnya ikut terjerumus.
Awalnya mungkin hanya membantu atau ikut mengetahui aktivitas keluarga, tetapi lama-kelamaan ikut terlibat dalam jaringan.
Selain itu, hubungan keluarga dianggap lebih aman bagi jaringan narkoba karena kecil kemungkinan saling membocorkan.
“Kalau sesama keluarga biasanya lebih dipercaya,” kata sumber kepolisian.
Berita Terkait
-
Isak Tangis Pecah di Pemakaman Myta, Dokter Muda Diduga 3 Bulan Tanpa Libur di RSUD KH Daud Arif
-
Viral Digerebek Istri di Kamar Kos dengan Wanita Lain, Dosen UIN Jambi Klaim Kejadian Diset
-
Digerebek Istri di Kos Bareng Mahasiswi, Wakil Dekan UIN Jambi Langsung Dinonaktifkan
-
Dipaksa Jaga Saat Sesak Napas? Dokter Muda Ini Meninggal, Dugaan Overwork Kini Diselidiki
-
Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kamar Kos Bersama Mahasiswi, Ini Kronologi Lengkapnya
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Bangun untuk Salat Subuh, Motor Sudah Raib; Satu Pelaku Curanmor Babak Belur Diamuk Warga
-
PHR Zona 4 Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah di Prabumulih, Dorong Aksi Iklim Berkelanjutan