- Uji coba ketiga Car Free Day di Jembatan Ampera, Palembang, pada Minggu (10/5/2026) dipadati ribuan pengunjung lokal dan wisatawan.
- Tingginya antusiasme masyarakat mendorong Pemerintah Kota Palembang berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin mingguan di masa depan.
- Masyarakat mengeluhkan durasi penutupan jalan yang terlalu lama serta tingginya tarif parkir liar di sekitar lokasi kegiatan tersebut.
SuaraSumsel.id - Uji coba ketiga Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera kembali dipadati ribuan warga, Minggu (10/5/2026). Sejak pagi buta, lautan manusia terlihat memenuhi ikon Kota Palembang itu. Ada yang jogging, bersepeda, senam bersama, hingga berburu foto dengan latar Sungai Musi dan Jembatan Ampera yang biasanya dipadati kendaraan.
Namun di balik tingginya antusiasme masyarakat, muncul gelombang keluhan dari warga terkait durasi penutupan jalan yang dinilai terlalu lama serta tarif parkir yang dianggap mencekik.
Sejumlah warga mengaku mendukung pelaksanaan CFD karena membuat masyarakat punya ruang olahraga dan rekreasi gratis. Tetapi mereka berharap pelaksanaannya tidak mengganggu aktivitas ekonomi warga yang tetap harus bekerja pada Minggu pagi.
“Kalau bisa jangan sampai jam 9. Cukup jam 8 pagi saja sudah bagus. Banyak yang mau kerja, jualan, narik ojek, cari uang,” ujar Ali, salah seorang warga yang datang dari kawasan Seberang Ulu.
Keluhan serupa juga disampaikan pengendara ojek online yang mengaku kesulitan mencari penumpang karena akses utama kota ditutup terlalu lama.
Menurut warga, jika CFD nantinya benar-benar dijadikan agenda rutin mingguan, pemerintah perlu mencari titik tengah antara kebutuhan ruang publik dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain soal waktu pelaksanaan, tarif parkir di sekitar lokasi CFD juga menjadi sorotan.
Beberapa pengunjung mengaku diminta membayar parkir motor hingga Rp5 ribu, sementara mobil mencapai Rp20 ribu di sejumlah titik sekitar kawasan Ampera.
“Parkir motor Rp5 ribu masih lumayan, tapi mobil sampai Rp20 ribu itu memberatkan,” kata pengunjung lainnya.
Baca Juga: Warga Palembang Dijanjikan Imbalan Jika Rekam Pembuang Sampah, Efektifkah?
Keluhan mengenai dugaan parkir mahal itu bahkan ramai dibicarakan pengunjung selama CFD berlangsung. Banyak warga berharap pemerintah segera menertibkan parkir liar agar kegiatan yang awalnya bertujuan menghadirkan ruang publik nyaman tidak justru membebani masyarakat.
Meski menuai kritik, antusiasme masyarakat terhadap CFD Ampera memang tidak bisa dipungkiri.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa yang hadir langsung meninjau lokasi menyebut jumlah pengunjung terus meningkat dibanding uji coba sebelumnya.
Bahkan, menurutnya, pengunjung tidak hanya berasal dari Palembang, tetapi juga dari luar daerah seperti Pagar Alam, Muratara, Bangka Belitung hingga Banjarmasin.
“Alhamdulillah, luar biasa sekali. Masyarakat sangat antusias. Ternyata bukan hanya warga Palembang, tapi juga wisatawan dari luar kota,” ujar Ratu Dewa.
Fenomena itu membuat CFD Ampera mulai dipandang bukan sekadar agenda olahraga, melainkan destinasi wisata baru Kota Palembang.
Berita Terkait
-
Warga Palembang Dijanjikan Imbalan Jika Rekam Pembuang Sampah, Efektifkah?
-
Heboh Razia Ilegal Berujung Pergantian Kadishub, Bagaimana dengan Banjir Palembang?
-
Rakor Dipimpin Gubernur Herman Deru, Benarkah Banjir Palembang Segera Teratasi?
-
Benarkah 5 Pegawai Dishub Palembang Dipecat Usai Ribut Razia Ilegal? Ratu Dewa Buka Suara
-
CFD Palembang Tahap II Lebih Tertib, Tapi Warga Mengeluh: Ojol Susah Cari Uang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Apa Itu Etomidate? Zat yang Ditemukan Bersama 6.000 Pil Ekstasi di Palembang
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap