- N (46) menganiaya ibu kandungnya, Palahiya (87), hingga tewas menggunakan tembilang kayu di Gelumbang, Muara Enim, April lalu.
- Tersangka N dibantu anaknya, M, membuang jasad korban ke semak-semak hutan untuk menyembunyikan bukti perbuatan kejam tersebut.
- Polres Muara Enim menangkap pelaku pada 6 Mei 2026 dan menjerat mereka dengan pasal pembunuhan atas tindakan tersebut.
SuaraSumsel.id - Di usia 87 tahun, Palahiya seharusnya menghabiskan masa senjanya dalam pelukan hangat keluarga. Namun, takdir berkata lain.
Warga Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim ini justru menghembuskan napas terakhir dengan cara yang paling mengerikan. Dia dianiaya hingga tewas oleh darah dagingnya sendiri.
Dua orang yang paling ia percaya, yakni anak kandungnya sendiri, N (46), dan cucu kesayangannya, M (20), kini harus mendekam di balik jeruji besi.
Mereka terbukti bekerja sama dalam sebuah aksi tak berperikemanusiaan yang dipicu oleh satu alasan sederhana namun mematikan bernama dendam.
Tragedi ini berawal dari sebuah pertengkaran di dalam rumah pada akhir April lalu. N, sang anak yang selama ini tinggal serumah dengan korban, mengaku sudah lama memendam sakit hati. Ia merasa tak tahan karena sering dimarahi oleh ibunya yang sudah renta tersebut.
Dalam puncak amarah yang gelap, N mengambil sebuah tembilang kayu sepanjang 60 sentimeter. Alat yang biasa digunakan untuk menggali tanah itu dihantamkan ke kepala sang ibu. Palahiya tumbang, dan nyawanya tak tertolong.
"Tersangka N mengaku nekat menganiaya korban karena dendam sering dimarahi. Korban diduga dipukul menggunakan tembilang kayu di bagian kepala hingga meninggal dunia," ungkap Kapolres Muara Enim, AKBP Hendri Syaputra, Jumat (8/5/2026).
Bukannya menyesal, aksi kejam ini justru berlanjut ke tahap penyembunyian barang bukti. M, yang tak lain adalah cucu kandung korban, diduga turut membantu ibunya memindahkan jasad sang nenek.
Di bawah kegelapan atau kesunyian lingkungan sekitar, mereka menyeret tubuh renta itu sejauh 200 meter dari rumah. Jasad Palahiya kemudian dibuang di semak-semak hutan belakang Masjid Alhidayah, dengan harapan tak akan pernah ditemukan.
Baca Juga: Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
Namun, bau busuk kejahatan tak bisa disembunyikan selamanya. Pada Rabu (22/4/2026), warga dikagetkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan lansia di area perkebunan karet. Dari titik itulah, Satreskrim Polres Muara Enim bersama Unit Reskrim Polsek Gelumbang memulai penyelidikan maraton.
Setelah memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti, termasuk tembilang kayu berdarah dan pakaian korban, polisi akhirnya mengarahkan telunjuk pada N dan M. Keduanya diringkus tanpa perlawanan pada Rabu (6/5/2026).
Kini, ibu dan anak itu harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Mereka dijerat dengan Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan, yang membawa ancaman hukuman penjara yang sangat berat.
"Saat ini kami masih mendalami adanya unsur perencanaan dalam kasus ini," tambah AKBP Hendri Syaputra. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Tangis Pecah Saat Penangkapan di Kertapati, Tersangka Pembunuhan Bersimpuh Cuci Kaki Ibu
-
Usai Totok Sirih Viral di Palembang, IDAI Sumsel Ingatkan Orang Tua Cerdas Pilih Pengobatan Anak
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar