- Pemerintah Kota Palembang mengganti Kepala Dinas Perhubungan setelah muncul polemik terkait razia ilegal yang menjadi sorotan publik.
- Warga mempertanyakan efektivitas penanganan banjir tahunan di berbagai titik wilayah yang dinilai lebih mendesak untuk segera diselesaikan.
- Wali Kota Ratu Dewa menyatakan penanganan banjir memerlukan desain besar jangka panjang karena masalah drainase sudah berlangsung lama.
SuaraSumsel.id - Polemik razia ilegal yang sempat menghebohkan warga akhirnya berbuntut panjang. Di tengah sorotan publik, posisi Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Palembang berganti.
Pergantian itu langsung memantik perbincangan baru di tengah masyarakat Kota Palembang.
Jika polemik razia ilegal bisa berujung evaluasi pejabat, lalu bagaimana dengan persoalan banjir yang terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur kota?
Pertanyaan itu ramai bermunculan di media sosial hingga grup percakapan warga. Banyak yang menilai banjir sudah menjadi masalah tahunan yang dampaknya jauh lebih dirasakan masyarakat sehari-hari.
Mulai dari kendaraan mogok, rumah terendam, aktivitas warga lumpuh, hingga kemacetan panjang yang terjadi di sejumlah titik.
Beberapa kawasan seperti Jakabaring, Seberang Ulu, hingga sejumlah ruas protokol di pusat kota kerap berubah menjadi “langganan genangan” saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Tak sedikit warga yang mempertanyakan sejauh mana evaluasi terhadap penanganan banjir dilakukan Pemerintah Kota Palembang.
“Kalau soal razia bisa cepat jadi perhatian, banjir yang tiap tahun begini bagaimana?” tulis salah satu komentar warga yang ramai dibagikan ulang di media sosial.
Isu ini makin menarik perhatian setelah Wali Kota Ratu Dewa sendiri mengakui banjir masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Kota Palembang.
Baca Juga: Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran
Dalam podcast “Derap Langkah Kota Wong Kito”, Ratu Dewa menyebut persoalan banjir, khususnya di wilayah Seberang Ulu dan Jakabaring, tidak bisa diselesaikan secara instan.
Menurutnya, diperlukan grand design atau desain besar yang berkelanjutan karena persoalan drainase dan tata kota sudah berlangsung lama.
“Ini bukan kerja satu tahun, tapi butuh konsistensi jangka panjang,” ujar Ratu Dewa.
Pernyataan itu memunculkan dua reaksi berbeda di masyarakat.
Sebagian memahami bahwa banjir memang persoalan kompleks yang membutuhkan waktu dan anggaran besar. Namun sebagian lain menilai warga membutuhkan langkah cepat yang benar-benar terasa, bukan sekadar wacana jangka panjang.
Apalagi, setiap musim hujan tiba, video banjir di Palembang hampir selalu viral di media sosial.
Tag
Berita Terkait
-
Sosok Pria di Balik Identitas Ganda yang Diduga Tipu Dokter di Palembang, Terbongkar Usai Lebaran
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
-
Rakor Dipimpin Gubernur Herman Deru, Benarkah Banjir Palembang Segera Teratasi?
-
Apa yang Terjadi dengan Pendidikan dan Infrastruktur di Sumsel hingga Picu Demo 'Sumsel Resah'?
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Dukung Pendidikan, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Keistimewaan di Sequoia School
-
Harga Rp2,6 Jutaan, realme C01 Punya Baterai 6.500 mAh dan Fitur NFC
-
Dari Ruang Kerja, Pekerja Kilang Plaju Lahirkan 180 Inovasi
-
Belajar Mengelola Lahan Tanpa Membakar di Desa Gambut
-
Sidang Roy Suryo, Jokowi Beberkan Riwayat Pendidikan dan Mata Kuliah Pilihan di UGM