- Seorang siswi sekolah dasar di Gandus, Palembang, diduga menjadi korban kekerasan oleh pria tidak dikenal saat berada di luar rumah.
- Polrestabes Palembang telah melakukan visum di RS Bhayangkara serta mengumpulkan bukti tambahan guna mengungkap identitas terduga pelaku tersebut.
- Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus memberikan pendampingan medis dan psikologis bagi korban yang trauma.
SuaraSumsel.id - Warga Gandus, Palembang, digemparkan oleh kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang menimpa seorang siswi sekolah dasar.
Korban ditemukan dalam kondisi trauma, memicu keprihatinan sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat.
Peristiwa itu diduga terjadi saat korban berada di luar rumah. Dalam situasi tersebut, korban disebut dibawa oleh seorang pria ke lokasi yang sepi.
Tak lama berselang, korban ditemukan dalam kondisi syok. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Musa Permana, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah awal dalam penanganan kasus ini.
“Kami telah melakukan klarifikasi terhadap korban, pelapor, dan saksi. Saat ini fokus kami adalah memperkuat alat bukti serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menyebutkan bahwa korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk menjalani visum et repertum sebagai bagian dari proses pembuktian hukum.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, memastikan bahwa tim di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.
Identitas pelaku saat ini masih dalam pendalaman oleh penyidik. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan tambahan guna mengungkap secara jelas peristiwa tersebut.
Baca Juga: Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
Selain proses hukum, kondisi korban menjadi perhatian utama. Korban dilaporkan mengalami trauma pascakejadian dan membutuhkan pendampingan, baik secara medis maupun psikologis.
Kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini dinilai sangat sensitif dan harus ditangani secara hati-hati.
Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga berharap pelaku segera ditangkap dan proses hukum berjalan tegas.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat berada di luar rumah.
Berita Terkait
-
Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang
-
Rakor Dipimpin Gubernur Herman Deru, Benarkah Banjir Palembang Segera Teratasi?
-
Apa yang Terjadi dengan Pendidikan dan Infrastruktur di Sumsel hingga Picu Demo 'Sumsel Resah'?
-
Benarkah 5 Pegawai Dishub Palembang Dipecat Usai Ribut Razia Ilegal? Ratu Dewa Buka Suara
-
Harga BBM di Palembang Tembus Rp24 Ribu per Liter, Pertamax Turbo hingga Dexlite Naik
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin