Tasmalinda
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:58 WIB
ilustrasi kekerasan seksual anak oleh driver ojol
Baca 10 detik
  • Seorang siswi sekolah dasar di Gandus, Palembang, diduga menjadi korban kekerasan oleh pria tidak dikenal saat berada di luar rumah.
  • Polrestabes Palembang telah melakukan visum di RS Bhayangkara serta mengumpulkan bukti tambahan guna mengungkap identitas terduga pelaku tersebut.
  • Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku sekaligus memberikan pendampingan medis dan psikologis bagi korban yang trauma.

SuaraSumsel.id - Warga Gandus, Palembang, digemparkan oleh kasus dugaan kekerasan terhadap anak yang menimpa seorang siswi sekolah dasar.

Korban ditemukan dalam kondisi trauma, memicu keprihatinan sekaligus kekhawatiran di tengah masyarakat.

Peristiwa itu diduga terjadi saat korban berada di luar rumah. Dalam situasi tersebut, korban disebut dibawa oleh seorang pria ke lokasi yang sepi.

Tak lama berselang, korban ditemukan dalam kondisi syok. Keluarga korban kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Musa Permana, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah awal dalam penanganan kasus ini.

“Kami telah melakukan klarifikasi terhadap korban, pelapor, dan saksi. Saat ini fokus kami adalah memperkuat alat bukti serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Ia juga menyebutkan bahwa korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk menjalani visum et repertum sebagai bagian dari proses pembuktian hukum.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, memastikan bahwa tim di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.

Identitas pelaku saat ini masih dalam pendalaman oleh penyidik. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan tambahan guna mengungkap secara jelas peristiwa tersebut.

Baca Juga: Dituntut 12 Tahun, Eks Dirjen Perkeretaapian Divonis 8,5 Tahun di Kasus LRT Palembang

Selain proses hukum, kondisi korban menjadi perhatian utama. Korban dilaporkan mengalami trauma pascakejadian dan membutuhkan pendampingan, baik secara medis maupun psikologis.

Kasus yang melibatkan anak di bawah umur ini dinilai sangat sensitif dan harus ditangani secara hati-hati.

Peristiwa ini langsung memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga berharap pelaku segera ditangkap dan proses hukum berjalan tegas.

Kasus ini juga menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama saat berada di luar rumah.

Load More