Tasmalinda
Senin, 04 Mei 2026 | 21:57 WIB
Harga BBM di Palembang tembus Rp24 Ribu per liter, pertamax turbo hingga dexlite naik.
Baca 10 detik
  • Harga BBM non-subsidi di Palembang melonjak mencapai Rp24.450 per liter sejak awal Mei 2026 pasca Lebaran.
  • Kenaikan harga tersebut memicu tambahan beban biaya operasional harian bagi masyarakat serta sektor logistik secara luas.
  • Harga BBM bersifat fluktuatif mengikuti dinamika pasar energi global, nilai tukar rupiah, serta biaya distribusi operasional.

SuaraSumsel.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali jadi perbincangan hangat di Palembang, Sumatera Selatan. Kali ini, lonjakannya bukan sekadar angka, tapi mulai terasa langsung di kantong masyarakat.

Beberapa jenis BBM non-subsidi bahkan sudah menembus level psikologis Rp24 ribu per liter. Lalu bagaimana dengan daftar harga BBM terbaru di Palembang? Angka yang bagi sebagian warga dianggap “tidak lagi wajar”.

Terutama untuk pengguna kendaraan diesel dan mobil dengan spesifikasi bahan bakar tinggi, biaya isi ulang kini melonjak signifikan dibanding bulan sebelumnya.

Berdasarkan pembaruan terbaru, berikut harga BBM non-subsidi yang berlaku:

Kenaikan ini merupakan kelanjutan dari penyesuaian harga sejak pertengahan April 2026. Namun, dampaknya baru benar-benar terasa di awal Mei, ketika aktivitas masyarakat kembali normal usai Lebaran.

Kenaikan harga ini bukan sekadar angka di papan SPBU. Bagi pengguna kendaraan harian, selisih harga bisa berarti tambahan pengeluaran puluhan ribu rupiah setiap kali mengisi bahan bakar.

Jika dihitung dalam sebulan, beban tersebut bisa membengkak cukup signifikan—terutama bagi pekerja yang mobilitasnya tinggi.

Yang lebih dikhawatirkan, kenaikan BBM tidak berhenti di sektor transportasi. Efek domino mulai mengintai:

  • Ongkos angkut barang berpotensi naik
  • Biaya logistik meningkat
  • Harga kebutuhan pokok bisa ikut terdorong
    Artinya, dampaknya bisa merembet ke hampir semua sektor kehidupan sehari-hari.

Penyesuaian harga BBM non-subsidi umumnya dipengaruhi beberapa faktor utama:

Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Subsidi Sumbang Inflasi di Sumsel Cukup Besar, 1,21 Persen

  • Pergerakan harga minyak dunia
  • Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
  • Biaya distribusi dan operasional
    Ketika faktor-faktor tersebut naik, harga BBM ikut terdorong.

Dan sebaliknya, penurunan juga sangat bergantung pada kondisi global. Apakah Harga Masih Bisa Berubah?
Jawabannya: sangat mungkin.

Harga BBM non-subsidi bersifat fluktuatif dan dapat berubah mengikuti dinamika pasar energi global. Artinya, angka Rp24 ribu per liter saat ini belum tentu menjadi batas tertinggi.

Load More