- Ladang ganja seluas tiga hektare ditemukan tersembunyi di lereng perbukitan kawasan hutan Kabupaten Empat Lawang.
- Sebagian tanaman terlarang tersebut dilaporkan sudah mencapai fase siap panen, bersama temuan ganja kering siap edar.
- Penemuan skala besar ini mengindikasikan adanya sistem budidaya terencana dan jaringan terorganisir, bukan aksi perorangan.
SuaraSumsel.id - Publik dikejutkan dengan penemuan ladang ganja seluas kurang lebih tiga hektare yang tersembunyi di lereng kawasan hutan Kabupaten Empat Lawang. Hamparan tanaman terlarang itu ditemukan tumbuh subur di wilayah perbukitan yang sulit dijangkau.
Luas lahan yang mencapai tiga hektare membuat temuan ini bukan kasus biasa. Ribuan batang ganja berdiri rapi mengikuti kontur lereng, menandakan adanya sistem budidaya yang terencana. Lokasinya yang terpencil dan jauh dari permukiman diduga sengaja dipilih untuk menghindari pantauan.
Yang lebih mengejutkan, sebagian tanaman disebut telah siap panen. Ini mengindikasikan aktivitas penanaman sudah berlangsung cukup lama. Selain tanaman yang masih berdiri, aparat juga menemukan ganja kering yang telah diproses dan disimpan.
Keberadaan ladang sebesar ini memunculkan tanda tanya besar. Bagaimana aktivitas tersebut bisa berjalan tanpa terdeteksi? Siapa yang berada di balik pengelolaan lahan tersembunyi itu?
Kawasan hutan dan lereng perbukitan memang kerap dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya ilegal karena aksesnya terbatas. Namun, skala tiga hektare menunjukkan adanya jaringan yang bekerja secara sistematis, bukan aksi individu semata.
Penemuan ini menjadi salah satu yang terbesar di wilayah Empat Lawang dan menegaskan bahwa peredaran narkotika masih menjadi ancaman nyata, bahkan di daerah yang tampak jauh dari keramaian.
Aparat kini terus melakukan pengembangan untuk mengungkap siapa dalang di balik ladang ganja raksasa tersebut serta kemungkinan adanya lokasi penanaman lain di sekitar kawasan hutan.
Berita Terkait
-
50 Kilogram Sabu di Rumah Mewah? Begini Cara Jaringan Narkoba Menyamar Orang Kaya Baru
-
Joncik Muhammad Segera Dilantik Lagi Jadi Bupati, Ini Rincian Harta Kekayaannya
-
Profil Joncik Muhammad: Anak Petani yang Jadi Bupati Meski 2 Kali Digugat ke MK
-
Detik-Detik Emosional Joncik-Arifai Saat MK Tolak Gugatan Pilkada Empat Lawang
-
Ladang Ganja di Kaki Gunung Kerinci Terbongkar, 19 Batang Siap Panen Diamankan
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Kejutan Undian Pesirah Bank Sumsel Babel, Nasabah Muara Rupit Sukses Boyong Toyota Rush
-
Kejagung Periksa Kajari Pagaralam, Ini 5 Fakta Sebenarnya di Balik Isu OTT
-
Ampera Ditutup 4-5 April, Ini Jalur Alternatif Tercepat yang Bisa Dilalui Warga Palembang
-
Bank Sumsel Babel Percepat Akses Pembiayaan Lewat Kolaborasi Rp300 Miliar dengan SMF
-
Hampir 40 Persen, Belanja Pegawai Palembang Tekan APBD, Ini Dampak Nyatanya