- PT Semen Baturaja menyelenggarakan pelatihan Akademi Jago Bangunan bagi 50 tukang di Ogan Komering Ilir pada 28 April 2026.
- Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan teknis konstruksi para tukang mengenai penggunaan material, standar mutu, serta teknik perawatan beton.
- Inisiatif tersebut merupakan strategi jangka panjang perusahaan untuk memeratakan kualitas standar konstruksi melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja lapangan.
SuaraSumsel.id - Di tengah pesatnya pembangunan, kualitas bangunan tidak hanya ditentukan oleh material, tetapi juga oleh tangan-tangan yang mengerjakannya. Di sinilah peran tukang menjadi krusial—dan sering kali terlupakan.
Hal itu yang coba dijawab oleh PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) melalui program Akademi Jago Bangunan yang digelar di Pucuk Resto Dinesti Land, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (28/4/2026).
Sebanyak 50 tukang bangunan dari berbagai wilayah di OKI ikut ambil bagian dalam pelatihan ini—bukan sekadar belajar teori, tetapi memperkuat kemampuan teknis yang langsung bisa diterapkan di lapangan.
General Manager of Sales SMBR, Kartha Kurniadi, menegaskan bahwa tukang memiliki posisi strategis dalam dunia konstruksi. Menurutnya, para tukang bukan hanya pelaksana, tetapi juga “penentu arah” dalam pembangunan.
“Tukang itu influencer owner dalam pengambilan keputusan. Mereka yang paling paham material terbaik berdasarkan pengalaman di lapangan,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan satu hal penting: kualitas bangunan dimulai dari keputusan kecil di lapangan—dan tukang adalah aktor utamanya.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif, seperti pemahaman produk semen, standar mutu pekerjaan konstruksi, teknik beton dan mix design, metode perawatan beton yang tepat.
Materi tersebut dirancang agar para tukang mampu menghasilkan pekerjaan yang tidak hanya rapi, tetapi juga kuat dan tahan lama.
Program ini bukan sekadar pelatihan satu kali. SMBR menyebut Akademi Jago Bangunan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.
Baca Juga: Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
Melalui program ini, perusahaan juga memperkuat hubungan dengan para pelaku lapangan—yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan.
Lebih dari itu, pendekatan ini dinilai penting untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan, dimulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja di daerah.
Di tengah maraknya pembangunan, kualitas sering kali menjadi taruhan. Namun melalui pelatihan seperti ini, harapannya standar konstruksi tidak hanya meningkat di kota besar, tetapi juga merata hingga daerah.
SMBR tampaknya memahami bahwa membangun Indonesia tidak cukup dengan material terbaik—tetapi juga dengan manusia yang terampil di baliknya.
Berita Terkait
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Dari Kebon Gede untuk Indonesia: SMBR Gelar Pelatihan Akbar Akademi Jago Bangunan
-
Semen Baturaja Benahi Tata Kelola di RUPSLB, Laba dan Penjualan Tumbuh
-
Ikatan Istri Karyawan Semen Baturaja Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
-
Empat Tahun Beruntun, Semen Baturaja Pertahankan Gold Rank ASRRAT 2025
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Strategis dalam TPKAD Award 2026 Lewat Program Sultan Muda