Tasmalinda
Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB
Haykal Kamil mengungkapkan hal yang tidak menyenangkan di Palembang [Suara.com/Rena Pangesti]
Baca 10 detik
  • Konten kreator Haykal mengkritik keberadaan pengemis dan sungai kotor di Palembang dalam videonya.
  • Video tersebut memicu perdebatan warganet mengenai kondisi pariwisata di Kota Pempek tersebut.
  • Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan akan menjadikan kritik itu sebagai bahan evaluasi pemerintah.

SuaraSumsel.id - Pengalaman seorang konten kreator bernama Haykal saat berkunjung ke Palembang memicu perbincangan di media sosial. Di balik pujiannya terhadap kuliner dan keramahan masyarakat, Haykal mengaku ada dua hal yang membuatnya kurang nyaman selama berada di Kota Pempek, yakni keberadaan pengemis di sejumlah kawasan wisata dan kondisi sungai yang menurutnya kurang bersih.

Video berisi pengalamannya itu kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sebagian menyebut kritik tersebut sebagai masukan yang perlu didengar, sementara lainnya menilai pengalaman satu orang tidak bisa menggambarkan kondisi seluruh Kota Palembang.

Dalam video yang beredar, Haykal mengatakan ia menikmati berbagai destinasi dan kuliner khas Palembang. Namun, menurutnya, pengalaman wisata menjadi sedikit terganggu karena sering didatangi pengemis di beberapa titik yang ia kunjungi.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi sungai yang dinilainya masih dipenuhi sampah sehingga mengurangi kesan sebagai kota wisata yang identik dengan Sungai Musi.

Kritik tersebut memicu diskusi di media sosial mengenai wajah Palembang sebagai kota tujuan wisata. Sejumlah warganet mengaku pernah memiliki pengalaman serupa, sementara yang lain menilai kondisi itu tidak selalu ditemui di semua lokasi.

Isu kebersihan sungai memang beberapa kali menjadi perhatian di Palembang. Berbagai laporan sebelumnya menunjukkan masih adanya tumpukan sampah di sejumlah aliran sungai dan drainase yang menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Persoalan pengemis di ruang publik juga bukan isu baru. Pemerintah Kota Palembang bersama Satpol PP dan Dinas Sosial sebelumnya telah melakukan patroli rutin untuk menertibkan gelandangan, pengemis, dan anak jalanan di sejumlah titik, terutama kawasan lampu merah dan pusat keramaian.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Palembang dalam beberapa waktu terakhir juga terus melakukan penataan kawasan wisata. Revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB), penataan kawasan Jembatan Ampera, hingga penguatan pengawasan melalui CCTV dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.

Menanggapi kritik Haykal, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan masukan dari masyarakat maupun wisatawan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota. Menurutnya, penataan kawasan wisata, kebersihan lingkungan, serta penanganan pengemis akan terus menjadi perhatian agar pengalaman wisata di Palembang semakin baik.

Baca Juga: Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Load More