- Konten kreator Haykal mengkritik keberadaan pengemis dan sungai kotor di Palembang dalam videonya.
- Video tersebut memicu perdebatan warganet mengenai kondisi pariwisata di Kota Pempek tersebut.
- Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan akan menjadikan kritik itu sebagai bahan evaluasi pemerintah.
SuaraSumsel.id - Pengalaman seorang konten kreator bernama Haykal saat berkunjung ke Palembang memicu perbincangan di media sosial. Di balik pujiannya terhadap kuliner dan keramahan masyarakat, Haykal mengaku ada dua hal yang membuatnya kurang nyaman selama berada di Kota Pempek, yakni keberadaan pengemis di sejumlah kawasan wisata dan kondisi sungai yang menurutnya kurang bersih.
Video berisi pengalamannya itu kemudian ramai diperbincangkan warganet. Sebagian menyebut kritik tersebut sebagai masukan yang perlu didengar, sementara lainnya menilai pengalaman satu orang tidak bisa menggambarkan kondisi seluruh Kota Palembang.
Dalam video yang beredar, Haykal mengatakan ia menikmati berbagai destinasi dan kuliner khas Palembang. Namun, menurutnya, pengalaman wisata menjadi sedikit terganggu karena sering didatangi pengemis di beberapa titik yang ia kunjungi.
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi sungai yang dinilainya masih dipenuhi sampah sehingga mengurangi kesan sebagai kota wisata yang identik dengan Sungai Musi.
Kritik tersebut memicu diskusi di media sosial mengenai wajah Palembang sebagai kota tujuan wisata. Sejumlah warganet mengaku pernah memiliki pengalaman serupa, sementara yang lain menilai kondisi itu tidak selalu ditemui di semua lokasi.
Isu kebersihan sungai memang beberapa kali menjadi perhatian di Palembang. Berbagai laporan sebelumnya menunjukkan masih adanya tumpukan sampah di sejumlah aliran sungai dan drainase yang menjadi tantangan dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.
Persoalan pengemis di ruang publik juga bukan isu baru. Pemerintah Kota Palembang bersama Satpol PP dan Dinas Sosial sebelumnya telah melakukan patroli rutin untuk menertibkan gelandangan, pengemis, dan anak jalanan di sejumlah titik, terutama kawasan lampu merah dan pusat keramaian.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Palembang dalam beberapa waktu terakhir juga terus melakukan penataan kawasan wisata. Revitalisasi Benteng Kuto Besak (BKB), penataan kawasan Jembatan Ampera, hingga penguatan pengawasan melalui CCTV dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan.
Menanggapi kritik Haykal, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan masukan dari masyarakat maupun wisatawan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota. Menurutnya, penataan kawasan wisata, kebersihan lingkungan, serta penanganan pengemis akan terus menjadi perhatian agar pengalaman wisata di Palembang semakin baik.
Baca Juga: Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
Berita Terkait
-
Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
KAI Divre III Palembang Salurkan TJSL Rp890 Juta, Perkuat Pembangunan Sosial di Sumsel
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang
-
Harta Sekda Palembang Disorot Usai Didemo ke KPK, Begini Isi LHKPN Terbarunya
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak