- PT Semen Baturaja dan SIG mengadakan Pelatihan Akademi Jago Bangunan serentak di lima kota pada 1 Februari 2026.
- Pelatihan mencakup materi teknis bata, plester, K3, dan produk SIG, berujung sertifikasi oleh BNSP.
- Kegiatan hybrid ini merupakan komitmen SIG dan SMBR dalam meningkatkan kompetensi tukang konstruksi nasional.
SuaraSumsel.id - Upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi nasional terus diperkuat. PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) bersama Semen Indonesia Group (SIG) menggelar Program Pelatihan Serentak Akademi Jago Bangunan pada Minggu, 1 Februari 2026. Di Sumatera Selatan, kegiatan ini dipusatkan di Kebon Gede, Palembang.
Program tersebut merupakan inisiatif SIG yang dilaksanakan secara serentak di lima kota di Indonesia sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kompetensi dan kapabilitas tukang bangunan agar mampu memenuhi standar konstruksi nasional. Selain Palembang, kegiatan serupa juga berlangsung di Bengkulu, Bogor, Malang, dan Kendari.
Dalam pelatihan ini, para peserta dibekali pemahaman teknis pekerjaan bata dan plester, penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta pengenalan produk SIG yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Seluruh materi dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi tukang bangunan dalam aktivitas konstruksi sehari-hari.
Sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi yang diperoleh, peserta pelatihan berhak mendapatkan sertifikasi aspek K3 pada pekerjaan bata dan plester. Sertifikat tersebut diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah terakreditasi Kementerian PKP dan PU serta diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program ini sekaligus menjadi langkah strategis SMBR untuk memastikan tenaga kerja binaannya memiliki standar kompetensi yang unggul dan tersertifikasi.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan dengan skema hybrid. Materi teori pekerjaan bata dan plester serta aspek K3 disampaikan secara daring dari Jakarta oleh pemateri dari LSP dan disiarkan langsung ke empat kota lainnya. Sementara itu, pengenalan produk SIG, praktik lapangan, hingga uji praktik sertifikasi dilaksanakan secara luring di masing-masing lokasi pelatihan.
Untuk menambah semangat dan antusiasme peserta, SIG dan SMBR juga memberikan apresiasi berupa reward dan doorprize bagi peserta dengan hasil pelatihan terbaik. Suasana pelatihan pun berlangsung interaktif, dengan peserta aktif mengikuti sesi teori hingga praktik.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, Suherman Yahya, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah. Turut hadir Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Selatan, Novian Aswardani, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Yudha Fardiansyah.
Novian Aswardani menilai program ini sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah provinsi, BUMN, dan pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor konstruksi. Menurutnya, kegiatan ini membawa manfaat langsung berupa sertifikasi dan peningkatan kompetensi bagi para tukang di Sumatera Selatan, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur daerah yang berkualitas.
Hal senada disampaikan Yudha Fardiansyah. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan peran serta insan konstruksi dalam memastikan pembangunan di Sumatera Selatan dapat berjalan dengan kualitas yang baik dan sesuai standar.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
Direktur Utama SMBR, Suherman Yahya, menambahkan bahwa Program Pelatihan Serentak Akademi Jago Bangunan merupakan bagian dari komitmen jangka panjang SIG dan SMBR dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi nasional. Menurutnya, kegiatan yang digelar serentak di lima kota ini juga menjadi bagian dari upaya pemecahan Rekor MURI serta program rutin SIG sebagai kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
Ia berharap, melalui pelatihan ini para peserta memiliki daya saing yang lebih baik dan mampu menghasilkan pekerjaan konstruksi yang berkualitas, aman, serta memenuhi standar nasional. Skema pelatihan hybrid yang diterapkan juga disebut sebagai bentuk adaptasi SIG dan SMBR untuk memperluas jangkauan pembinaan dan memastikan transfer pengetahuan berjalan efektif serta merata di berbagai daerah.
Tag
Berita Terkait
-
Semen Baturaja Benahi Tata Kelola di RUPSLB, Laba dan Penjualan Tumbuh
-
Ikatan Istri Karyawan Semen Baturaja Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
-
Empat Tahun Beruntun, Semen Baturaja Pertahankan Gold Rank ASRRAT 2025
-
Semen Baturaja Sabet 3 Penghargaan GRC 2025, Bukti Tata Kelola dan Kepemimpinan Unggul
-
Rayakan HUT ke-51, Semen Baturaja Salurkan Bantuan Rp715,1 Juta untuk Warga
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Gejalanya Sering Dikira Sariawan Biasa
-
Bank Sumsel Babel Hadirkan BSB Prioritas, Layanan Perbankan Premium Sentuhan Personal
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Layanan Digital, Beli Paket Data Telkomsel Kini Bisa di BSB Mobile
-
Lompat ke Sungai Musi Saat Digerebek, Bandar Sabu Ditemukan Tewas Dua Hari Kemudian
-
Aksi Mahasiswa Sumsel Kritisi Pemerintahan Prabowo-Gibran Masih Berlanjut di Palembang