- Jembatan Ampera ditutup sementara pada 4-5 April 2026 untuk uji coba konsep Car Free Night dan Day.
- Penutupan memaksa arus lalu lintas dialihkan ke Musi 4 dan Musi 6, berpotensi menambah waktu tempuh warga.
- Tujuan uji coba adalah menciptakan ruang publik tanpa kendaraan serta menghidupkan aktivitas ekonomi lokal di kawasan tersebut.
SuaraSumsel.id - Penutupan Jembatan Ampera pada 4–5 April 2026 menjadi momen yang akan mengubah pola mobilitas warga Palembang, setidaknya untuk sementara waktu. Selama sekitar 3,5 jam, jalur utama penghubung Ulu dan Ilir itu akan disterilkan dari kendaraan dalam rangka uji coba Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD).
Bagi sebagian warga, kebijakan ini menghadirkan pengalaman baru berupa ruang publik tanpa kendaraan. Namun di sisi lain, perubahan tersebut juga membawa konsekuensi yang tidak bisa diabaikan, terutama bagi pengguna jalan yang selama ini bergantung pada Ampera sebagai jalur utama.
Ketika akses ditutup, arus kendaraan akan bergeser ke jalur alternatif seperti Jembatan Musi 4 dan Musi 6. Perubahan ini diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan di titik-titik tersebut, sehingga waktu tempuh berpotensi menjadi lebih lama dari biasanya. Situasi ini menuntut penyesuaian, terutama bagi pekerja dan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi di akhir pekan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto mengingatkan masyarakat agar memperhatikan rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan. Ia menegaskan pentingnya kedisiplinan pengguna jalan dalam mengikuti arahan petugas demi menjaga kelancaran bersama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan waktu perjalanan dan mengikuti pengaturan di lapangan agar tidak terjadi kepadatan yang berlebihan,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Di balik potensi kepadatan lalu lintas, pemerintah kota memiliki tujuan yang lebih besar. Kawasan dari Flyover Jakabaring hingga Simpang Charitas akan diubah menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas tanpa kendaraan.
Dalam waktu yang terbatas, warga diberi kesempatan merasakan suasana kota yang berbeda, lebih tenang, lebih terbuka, dan lebih manusiawi.
Kehadiran pelaku UMKM di sepanjang jalur tersebut juga diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi lokal. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya menyentuh aspek lingkungan, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat.
Meski demikian, keberhasilan uji coba ini sangat bergantung pada kesiapan masyarakat dalam beradaptasi. Penyesuaian rute, pengaturan waktu perjalanan, hingga kesadaran untuk mengikuti aturan menjadi faktor penting yang akan menentukan kelancaran pelaksanaannya.
Baca Juga: Bank Sumsel Babel Percepat Akses Pembiayaan Lewat Kolaborasi Rp300 Miliar dengan SMF
Penutupan Jembatan Ampera ini pada akhirnya bukan sekadar perubahan lalu lintas, melainkan bagian dari upaya membentuk wajah baru Palembang sebagai kota yang lebih ramah bagi warganya. Namun sebelum manfaat itu dirasakan sepenuhnya, warga perlu lebih dulu menghadapi konsekuensi dari perubahan tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Hampir 40 Persen, Belanja Pegawai Palembang Tekan APBD, Ini Dampak Nyatanya
-
Siapa Afat? Bos Otomotif Ini Mendadak Viral Usai Ruko Miliknya Bakal Dibongkar Paksa
-
Jadwal Penutupan Jembatan Ampera 4-5 April 2026, Uji Coba CFN dan CFD Palembang
-
9 Fakta Mengerikan Warga Palembang Jadi Operator Penipuan di Kamboja, Polisi Bongkar Dugaan TPPO
-
Pedestrian Kolonel Atmo Palembang Dibuka 12 April 2026, Ini 5 Fakta Pentingnya
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Korupsi Lampu Jalan Diusut, Publik Kembali Ramai Bahas Unggahan Prima Salam soal 7.000 Lampu
-
BRI Peduli Bekali Puluhan Purna PMI di Cirebon dengan Pelatihan Kewirausahaan untuk Perkuat Ekonomi
-
PTBA Resmikan Pusat Pembibitan Mangrove NUSA di Pasir Sakti, Perkuat Rehabilitasi Pesisir
-
Jangan Tunggu Air Seret, Ini 5 Cara Menghemat Air PDAM Saat Kemarau Melanda Sumsel
-
Masih Simpan Emas 1 Suku, Nilainya Kini Setara Motor Bekas, Kapan Waktu Terbaik Menjualnya?