- 14 warga Palembang di Kamboja menjadi korban eksploitasi operator penipuan online setelah direkrut ilegal melalui Telegram.
- Para korban mengalami kekerasan fisik dan tekanan mencapai target fantastis ketika janji pekerjaan bergaji tinggi tidak terpenuhi.
- Polda Sumatera Selatan sedang menyelidiki kasus ini secara mendalam untuk mengungkap dugaan kuat praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
SuaraSumsel.id - Kasus yang menimpa 14 warga Palembang di Kamboja membuka sisi gelap kejahatan lintas negara yang kini semakin canggih. Berangkat dengan harapan hidup lebih baik, mereka justru terjebak dalam praktik penipuan online dan mengalami kekerasan brutal.
Polda Sumatera Selatan pun kini turun tangan, menelusuri dugaan kuat adanya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di balik peristiwa ini.
Berikut 9 fakta penting yang terungkap:
1. Direkrut Lewat Telegram dengan Iming-iming Gaji Tinggi
Para korban awalnya ditawari pekerjaan di restoran dengan gaji mencapai belasan juta rupiah per bulan. Rekrutmen dilakukan melalui media sosial, tanpa proses resmi.
2. Diberangkatkan Secara Ilegal
Perjalanan mereka tidak melalui jalur resmi tenaga kerja. Rutenya berlapis seperti dari Palembang, Jakarta, Malaysia, Vietnam, hingga akhirnya masuk ke Kamboja secara tidak sah alias ilegal.
3. Janji Kerja Berubah Jadi Eksploitasi
Setibanya di lokasi penempatan, pekerjaan yang dijanjikan ternyata tidak ada. Mereka justru dipaksa bekerja sebagai operator penipuan online.
Baca Juga: 5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan
4. Dipaksa Menipu Orang Lain Setiap Hari
Korban ditugaskan mencari target melalui media sosial, lalu diarahkan ke aplikasi komunikasi untuk menjalankan aksi penipuan digital.
5. Target Fantastis, Puluhan Juta Rupiah
Setiap korban dibebani target tinggi dalam sehari. Tekanan ini membuat mereka bekerja di bawah ancaman terus-menerus disertai dengan ancanaman dan hukuman.
6. Disetrum dan Dipukuli Jika Gagal
Jika tidak mencapai target, hukuman langsung diberikan, seperti penyiksaan dan ancaman akan dipindahkan ke perusahaan lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan
-
Dana Warga Sumsel Sempat Raib karena Scam, Rp541 Juta Akhirnya Berhasil Kembali
-
Bukan Sekadar Adopsi, Dugaan TPPO Mengemuka di Balik Bayi 3 Hari Ditawarkan Rp52 Juta
-
Baru 3 Hari Lahir, Bayi Ini Diduga Ditawarkan Rp52 Juta di Palembang
-
Janji Loker Malaysia Berujung di Kamboja, 15 Warga Sumsel Diduga Korban TPPO, Ini Update Terbarunya
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
9 Fakta Mengerikan Warga Palembang Jadi Operator Penipuan di Kamboja, Polisi Bongkar Dugaan TPPO
-
Diskon 50 Persen di Alfamart, Snack Favorit Ini Bikin Banyak Orang Borong Sekaligus
-
5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan
-
BRI Perluas Layanan Super Apps BRImo, Pesan Obat Kini Semakin Efisien: Langsung ke Apotek K-24
-
5 Fakta Sumur Minyak Baru di Abab, Potensi 505 BOPD dan Harapan Baru Energi Nasional