- Pengusaha otomotif Palembang, Afat atau Robby Hartono jadi sorotan karena ruko Demang Lebar Daun akan dibongkar paksa 1 April 2026.
- Afat merintis bisnisnya di Palembang sejak 1980-an dan mendirikan PT Maju Motor Group pada tahun 1990.
- Pembongkaran paksa dilakukan sebab ruko tersebut diduga melanggar tata ruang dan berdiri di atas jaringan pipa gas.
SuaraSumsel.id - Nama Afat mendadak menjadi sorotan publik setelah ruko miliknya di kawasan Demang Lebar Daun, Palembang, dipastikan akan dibongkar paksa oleh pemerintah.
Namun di balik polemik tersebut, sosok Afat ternyata bukan orang baru di Palembang. Ia dikenal sebagai pengusaha otomotif yang membangun bisnisnya dari awal hingga menjadi salah satu pemain besar di Sumatera Selatan.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa memastikan telah menandatangani Surat Keputusan (SK) pembongkaran serta pembentukan tim pelaksana.
“Kaitan dengan pembongkaran, saya sudah tanda tangani SK pembongkaran dan SK tim,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Lalu, siapa sebenarnya Afat?
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Afat memiliki nama asli Robby Hartono yang disebut tumbuh dari keluarga berjualan spare part mobil. Sejak muda, ia sudah terbiasa dengan dunia otomotif. Bahkan, Afat sempat membantu orang tuanya berdagang onderdil kendaraan.
Ia hijrah ke Palembang pada era 1980-an.. Afat belajar seluk-beluk bisnis otomotif hingga akhirnya pada tahun 1990, ia memberanikan membangun perusahaan bernama PT Maju Motor Group.
Perusahan ini menjadi salah satu perusahaan otomotif yang kini memiliki banyak cabang, bahkan merambah hingga luar daerah. Afat juga dipercaya memegang berbagai merek otomotif besar, mulai dari kendaraan kelas menengah hingga brand premium.
Affat sempat mengungkapkan jika ia harus melewati berbagai rintangan selama puluhan tahun, mengandalkan kerja keras, disiplin, dan kejujuran membangun usahanya.
Baca Juga: 5 Fakta Kepulangan Pekerja Migran Sumsel dari Kamboja, Ternyata Tidak Semudah yang Dibayangkan
Namun kini, nama besar yang ia bangun justru terseret dalam polemik.
Ruko yang dibangunnya disebut tidak mengantongi izin resmi dan diduga melanggar aturan tata ruang. Bahkan, bangunan tersebut disebut berdiri di jalur sensitif, jaringan pipa gas yang berpotensi membahayakan.
Pemerintah Kota Palembang sebelumnya telah memberikan kesempatan untuk pembongkaran mandiri. Namun, hingga batas waktu habis, tidak ada tindakan dari pihak terkait.
Akibatnya, pembongkaran paksa pun dijadwalkan dilakukan besok, Rabu 1 April 2026.
Di media sosial, nama Afat kini ramai diperbincangkan. Banyak warganet yang terkejut, mengingat sosoknya dikenal sebagai pengusaha sukses yang merintis dari bawah.
Berita Terkait
-
Jadwal Penutupan Jembatan Ampera 4-5 April 2026, Uji Coba CFN dan CFD Palembang
-
9 Fakta Mengerikan Warga Palembang Jadi Operator Penipuan di Kamboja, Polisi Bongkar Dugaan TPPO
-
Pedestrian Kolonel Atmo Palembang Dibuka 12 April 2026, Ini 5 Fakta Pentingnya
-
BRI Peduli Berbagi Bahagia, BRI Region 4 Palembang Salurkan Sembako untuk Warga dan Panti Asuhan
-
7 Fakta Kasus Pembunuhan Staf Bawaslu OKU, Pelaku Sempat Hilang dan Bersembunyi di Palembang
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
-
Pembuang Sampah di Palembang Bisa Disuruh Bersihkan Masjid, Efektif Bikin Jera?