- Pemerintah Kota Palembang membangun pedestrian baru di Jalan Kolonel Atmo yang dibuka resmi setiap malam Minggu mulai 12 April 2026.
- Fokus utama pembangunan ini adalah meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus mengakomodasi pelaku UMKM setempat untuk pertumbuhan ekonomi.
- Program ini ditargetkan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan Palembang menjadi 2,3 juta pada tahun 2026 melalui konsep wisata malam.
SuaraSumsel.id - Wajah pusat Kota Palembang bersiap berubah. Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menambah destinasi wisata baru dengan membangun pedestrian di Jalan Kolonel Atmo yang akan dibuka mulai 12 April 2026, setiap malam Minggu.
Program wisata Palembang ini bukan sekadar penataan jalan, tetapi langkah strategis untuk menghidupkan kembali kawasan pusat kota. Lalu, apa saja yang perlu diketahui tentang pedestrian Kolonel Atmo? Berikut ulasannya.
1. Dibuka Resmi 12 April 2026, Diawali Uji Coba
Pedestrian Kolonel Atmo akan resmi dibuka pada 12 April 2026 dengan mengundang Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang.
Sebelumnya, uji coba akan dilakukan pada 5 April 2026 untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.
2. Hadir Setiap Malam Minggu sebagai Wisata Malam
Berbeda dengan konsep jalan biasa, pedestrian ini akan diaktifkan setiap malam Minggu.
Kawasan Jalan Kolonel Atmo dipilih karena dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata malam, mengingat lokasinya yang strategis dan mudah diakses masyarakat.
3. Fokus pada Kenyamanan Pejalan Kaki
Baca Juga: Cerita di Balik Kiriman Uang Lebaran, Saat Bank Sumsel Babel Jaga Semua Tetap Tepat Waktu
Asisten II Pemerintah Kota Palembang Isnaini Madani menjelaskan bahwa konsep pedestrian ini mengutamakan kenyamanan pejalan kaki.
Penataan kawasan akan dibuat lebih rapi, aman, dan menarik, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana kota dengan lebih leluasa.
“Konsep pedestrian ini akan mengutamakan kenyamanan pejalan kaki dengan penataan kawasan yang lebih rapi, aman, dan menarik,” ujarnya.
4. Libatkan UMKM untuk Dorong Ekonomi Warga
Selain menjadi ruang publik, pedestrian ini juga membuka peluang ekonomi baru.
Pemerintah akan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan di kawasan tersebut.
Berita Terkait
-
Bundaran Air Mancur Jadi Ikon Wisata Baru, Viral Parkir Liar Rp20 Ribu Dikeluhkan Pengunjung
-
Tak Perlu Mahal, 7 Tempat Ngedate Romantis di Palembang, dari Rooftop hingga Sungai Musi
-
Tak Sampai Rp1 Juta, Ini Itinerary Libur Natal & Tahun Baru 3 Hari di Palembang
-
Benteng Kuto Besak Palembang: Kisah Sejarah, Mitos, dan Spot Senja Paling Ikonik
-
2 Wisata Palembang untuk Menjelajah Sejarah Tepi Musi bagi Pecinta Traveling
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Jangan Sampai Salah Pilih, Ini Bedanya Galaxy S26, S26 Plus dan S26 Ultra yang Jarang Disadari
-
Geger di Kertapati, Bayi Laki-laki Ditemukan di Tumpukan Sampah dengan Tali Pusar Masih Menempel
-
Detik-detik Mencekam di Gunung Dempo, 4 Pendaki Dievakuasi Akibat Cuaca Ekstrem
-
Update Terbaru Banjir Bandang OKU Selatan: Longsor Hantam Permukiman, Puluhan Warga Terdampak
-
Dari Kebun Sayur ke Inovasi Desa, Sumowono Melaju sebagai Desa BRILiaN