- Belanja pegawai Pemkot Palembang kini mendekati 40 persen APBD, melampaui batas ideal 30 persen ditetapkan pemerintah pusat.
- Wali Kota Palembang menyebut peningkatan ini disebabkan penambahan jumlah PPPK, mengancam alokasi anggaran sektor pembangunan daerah.
- Pemkot menargetkan peningkatan PAD hingga Rp2,5 triliun pada 2026 guna menyeimbangkan struktur anggaran dan mengurangi tekanan fiskal.
SuaraSumsel.id - Belanja pegawai Pemerintah Kota Palembang kini mendekati 40 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Angka tersebut dinilai telah melampaui batas ideal dan mulai menekan ruang fiskal daerah.
Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi mengurangi alokasi anggaran untuk lainnya, seperti sektor pembangunan dan program prioritas lainnya.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengakui adanya peningkatan signifikan pada belanja pegawai dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, lonjakan tersebut tidak terlepas dari penambahan jumlah pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Memang ada peningkatan belanja pegawai, salah satunya karena penambahan PPPK. Ini harus kita kelola dengan baik agar tidak membebani APBD ke depan,” ujar Ratu Dewa.
Secara umum, pemerintah pusat mendorong agar belanja pegawai daerah tidak melebihi kisaran 30 persen dari APBD. Batas tersebut ditetapkan agar anggaran daerah tetap memiliki ruang yang cukup untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta program sosial.
Namun, dengan angka yang kini mendekati 40 persen, porsi belanja pegawai di Palembang dinilai sudah cukup tinggi.
Kondisi ini mulai menggerus fleksibilitas anggaran daerah. Ketika belanja pegawai menjadi dominan, ruang gerak pemerintah untuk merancang program baru semakin terbatas. Di saat yang sama, ketergantungan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun kian besar sebagai penopang keseimbangan fiskal.
Pemerintah Kota Palembang menargetkan PAD mencapai sekitar Rp2,5 triliun pada 2026. Target ini diharapkan mampu meredam tekanan terhadap APBD sekaligus menjaga kesinambungan pembangunan.
Namun, pemerintah masih melakukan kajian mendalam untuk menentukan langkah lanjutan yang paling tepat, agar kesehatan fiskal tetap terjaga tanpa mengorbankan pelayanan publik.
Baca Juga: Jadwal Penutupan Jembatan Ampera 4-5 April 2026, Uji Coba CFN dan CFD Palembang
Pengelolaan belanja pegawai akan menjadi faktor kunci, bukan hanya untuk menjaga stabilitas keuangan daerah, tetapi juga memastikan pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Tag
Berita Terkait
-
Sirine Kota Palembang Bunyi Lagi, Apa Maknanya dan Apa Fungsinya Sekarang?
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah melalui Implementasi SIPD RI
-
Masjid Agung Palembang Mulai Hasilkan Listrik Sendiri, Dampaknya Tak Sekadar Hemat Jutaan Rupiah
-
Kredit UMKM Sumsel Capai Rp41,3 Triliun, OJK Ungkap 7 Indikator Penguatan Ekonomi Daerah
-
100 Titik CCTV Dipasang di Palembang, Ini Lokasi Strategis yang Jadi Prioritas
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
BRI Peduli Bekali Puluhan Purna PMI di Cirebon dengan Pelatihan Kewirausahaan untuk Perkuat Ekonomi
-
PTBA Resmikan Pusat Pembibitan Mangrove NUSA di Pasir Sakti, Perkuat Rehabilitasi Pesisir
-
Jangan Tunggu Air Seret, Ini 5 Cara Menghemat Air PDAM Saat Kemarau Melanda Sumsel
-
Masih Simpan Emas 1 Suku, Nilainya Kini Setara Motor Bekas, Kapan Waktu Terbaik Menjualnya?
-
Antre BBM di SPBU Makan Korban, Sopir Truk Meninggal Dunia Diduga Karena Kelelahan