- Kilang Plaju berkomitmen mendukung konservasi gajah Sumatera sejak 2018 bekerja sama dengan BKSDA Sumatera Selatan.
- Bantuan yang diberikan mencakup pemantauan kesehatan gajah, peningkatan kapasitas pawang, serta penyediaan sarana dan prasarana konservasi.
- Program ini melindungi dua puluh delapan ekor gajah Sumatera di Pusat Latihan Gajah Juar, Suaka Margasatwa Padang Sugihan.
SuaraSumsel.id - Gajah Sumatera bukan sekadar satwa liar yang menjadi bagian dari kekayaan hayati Indonesia. Kehadirannya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menjadi warisan alam yang perlu dilestarikan bagi generasi mendatang.
Berangkat dari semangat tersebut, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju (Kilang Plaju) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui berbagai upaya konservasi, khususnya terhadap gajah Sumatera di Sumatera Selatan, bertepatan dengan peringatan Hari Gajah Sedunia yang diperingati setiap 12 Agustus.
Komitmen tersebut bukanlah hal baru. Sejak 2018, Kilang Plaju telah berkolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dalam mendukung program konservasi di Pusat Latihan Gajah (PLG) Juar, Suaka Margasatwa Padang Sugihan.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan bahwa pelestarian gajah tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
"Menjaga gajah bukan hanya tentang melindungi satu jenis satwa, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan ruang hidupnya. Dukungan yang telah dilakukan Kilang Plaju menjadi bagian dari komitmen kami untuk ikut mengambil peran dalam menjaga kekayaan alam Sumatera Selatan," ujar Siti.
Dukungan yang diberikan Kilang Plaju mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan dan pemantauan kesehatan gajah, peningkatan kapasitas mahout atau pawang gajah, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan konservasi.
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah aktivitas industri.
Saat ini, Pusat Latihan Gajah Juar di Suaka Margasatwa Padang Sugihan menjadi rumah bagi 28 ekor gajah Sumatera yang terdiri atas 14 ekor jantan dan 14 ekor betina. Kawasan ini memiliki peran strategis dalam mendukung perlindungan, perawatan, serta pengelolaan populasi gajah di Sumatera Selatan.
Menurut Siti, upaya menjaga keanekaragaman hayati harus dibangun melalui kesadaran kolektif. Kepedulian terhadap satwa tidak boleh berhenti pada peringatan hari-hari tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari budaya yang terus ditumbuhkan.
Baca Juga: Sambut Bulan Energy 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital
"Kami berharap semangat menjaga gajah dan keanekaragaman hayati terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, ketika kita menjaga alam hari ini, kita juga sedang memastikan generasi mendatang masih dapat mengenal dan hidup berdampingan dengan kekayaan alam Sumatera Selatan," katanya.
Bagi Kilang Plaju, konservasi bukan hanya tentang menjaga keberadaan satwa yang terancam. Lebih dari itu, konservasi merupakan upaya merawat keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan.
Melalui berbagai program pelestarian yang terus dijalankan, Kilang Plaju berupaya membangun hubungan yang harmonis antara aktivitas industri dan keberlanjutan lingkungan, sehingga warisan alam Sumatera Selatan tetap terjaga dan dapat terus dinikmati oleh generasi yang akan datang.
Berita Terkait
-
Sambut Bulan Energy 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital
-
Rawat Alam di Tengah Aktivitas Industri, Kilang Plaju Konsisten Lestarikan Keanekaragaman Hayati
-
Jelang HUT RI, Pertamina Hulu Rokan Zona 4 Tambah Produksi Minyak 1.400 BOPD dari Tiga Sumur Baru
-
Kilang Plaju Gandeng Kemenkum Sumsel, Perkuat Legalitas UMKM dan Perlindungan Merek
-
Libatkan 2.500 Pekerja, Kilang Plaju Jalankan Pit Stop Demi Jaga Pasokan Energi Nasional
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi
-
Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?
-
Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027
-
Hellyana Diberhentikan Sementara, Sampai Kapan Jabatan Wagub Babel Kosong?
-
Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan