Tasmalinda
Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB
Kilang Plaju teguhkan komitmen melestarikan warisan alam Gajah Sumatera
Baca 10 detik
  • Kilang Plaju berkomitmen mendukung konservasi gajah Sumatera sejak 2018 bekerja sama dengan BKSDA Sumatera Selatan.
  • Bantuan yang diberikan mencakup pemantauan kesehatan gajah, peningkatan kapasitas pawang, serta penyediaan sarana dan prasarana konservasi.
  • Program ini melindungi dua puluh delapan ekor gajah Sumatera di Pusat Latihan Gajah Juar, Suaka Margasatwa Padang Sugihan.

SuaraSumsel.id - Gajah Sumatera bukan sekadar satwa liar yang menjadi bagian dari kekayaan hayati Indonesia. Kehadirannya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menjadi warisan alam yang perlu dilestarikan bagi generasi mendatang.

Berangkat dari semangat tersebut, Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju (Kilang Plaju) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui berbagai upaya konservasi, khususnya terhadap gajah Sumatera di Sumatera Selatan, bertepatan dengan peringatan Hari Gajah Sedunia yang diperingati setiap 12 Agustus.

Komitmen tersebut bukanlah hal baru. Sejak 2018, Kilang Plaju telah berkolaborasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan dalam mendukung program konservasi di Pusat Latihan Gajah (PLG) Juar, Suaka Margasatwa Padang Sugihan.

Area Manager Communication, Relations, and CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan bahwa pelestarian gajah tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

"Menjaga gajah bukan hanya tentang melindungi satu jenis satwa, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan alam dan ruang hidupnya. Dukungan yang telah dilakukan Kilang Plaju menjadi bagian dari komitmen kami untuk ikut mengambil peran dalam menjaga kekayaan alam Sumatera Selatan," ujar Siti.

Dukungan yang diberikan Kilang Plaju mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan dan pemantauan kesehatan gajah, peningkatan kapasitas mahout atau pawang gajah, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan konservasi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah aktivitas industri.

Saat ini, Pusat Latihan Gajah Juar di Suaka Margasatwa Padang Sugihan menjadi rumah bagi 28 ekor gajah Sumatera yang terdiri atas 14 ekor jantan dan 14 ekor betina. Kawasan ini memiliki peran strategis dalam mendukung perlindungan, perawatan, serta pengelolaan populasi gajah di Sumatera Selatan.

Menurut Siti, upaya menjaga keanekaragaman hayati harus dibangun melalui kesadaran kolektif. Kepedulian terhadap satwa tidak boleh berhenti pada peringatan hari-hari tertentu, tetapi harus menjadi bagian dari budaya yang terus ditumbuhkan.

Baca Juga: Sambut Bulan Energy & Loss 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital

"Kami berharap semangat menjaga gajah dan keanekaragaman hayati terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab, ketika kita menjaga alam hari ini, kita juga sedang memastikan generasi mendatang masih dapat mengenal dan hidup berdampingan dengan kekayaan alam Sumatera Selatan," katanya.

Bagi Kilang Plaju, konservasi bukan hanya tentang menjaga keberadaan satwa yang terancam. Lebih dari itu, konservasi merupakan upaya merawat keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan.

Melalui berbagai program pelestarian yang terus dijalankan, Kilang Plaju berupaya membangun hubungan yang harmonis antara aktivitas industri dan keberlanjutan lingkungan, sehingga warisan alam Sumatera Selatan tetap terjaga dan dapat terus dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Load More