Tasmalinda
Minggu, 29 Maret 2026 | 14:46 WIB
cauca di Sumatera selatan sudah sangat menyengat. (Pixabay Engin Akyurt)
Baca 10 detik
  • BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Sumatera Selatan akan dimulai lebih awal, yaitu Mei hingga Juni.
  • BMKG menyebut intensitas hujan selama kemarau 2026 didominasi kategori bawah normal, memicu udara lebih kering.
  • Kondisi ini meningkatkan potensi karhutla dan berdampak pada sektor pertanian serta ketersediaan air di wilayah tersebut.

“Potensi kekeringan dapat menyebabkan munculnya titik panas yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan, serta berdampak pada kualitas udara,” jelas BMKG dalam laporannya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah, sektor terkait, serta masyarakat untuk mulai melakukan langkah mitigasi sejak sekarang.

Mulai dari pengelolaan air, kesiapsiagaan terhadap kebakaran lahan, hingga menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang berpotensi memburuk.

Dengan kondisi suhu yang sudah terasa panas sejak Maret, masyarakat diingatkan bahwa ini bukan sekadar fenomena musiman biasa, melainkan sinyal awal dari kemarau 2026 yang diprediksi lebih cepat, lebih kering, dan berpotensi lebih panjang.

Load More