- Suhu udara di Sumatera Selatan mencapai sekitar 35 derajat Celsius selama Ramadan, menimbulkan tantangan bagi yang menjalankan puasa.
- BMKG mencatat suhu maksimum tinggi disebabkan minim awan dan penurunan drastis curah hujan di wilayah tersebut.
- Masyarakat diimbau menjaga kesehatan dengan hidrasi cukup dan membatasi aktivitas luar ruangan saat puncak panas.
SuaraSumsel.id - Sensasi panas di tengah Ramadan makin terasa ekstrem. Suhu udara di wilayah Sumsel kini dilaporkan menyentuh angka hingga sekitar 35 derajat Celsius, membuat siang hari terasa sangat panas dan menyengat, fenomena yang makin dirasakan oleh masyarakat yang tengah menjalankan puasa.
Momen ini bukan sekadar angka di termometer.
Ketika matahari terik luar biasa memancar dan curah hujan turun drastis, aktivitas sehari-hari pun berubah: dari orang yang bekerja di luar ruangan, hingga mereka yang harus menahan haus dan lapar selama lebih dari 12 jam di siang Ramadan merasa tantangan cuaca ini makin berat.
Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa suhu maksimum di beberapa titik di Sumsel mencapai 34,5-34,8 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir — angka yang mendekati atau bahkan menyentuh 35°C. Minimnya awan dan intensitas sinar matahari yang langsung mencapai permukaan bumi membuat udara terasa lebih panas dan menyengat.
BMKG menjelaskan bahwa meskipun wilayah ini secara teknis masih berada dalam periode musim hujan, curah hujan justru menurun drastis, sementara kelembapan di bawah dan menengah lapisan atmosfer rendah. Hal ini menurunkan potensi pembentukan awan hujan, sehingga sinar matahari langsung memanaskan udara dan tanah lebih cepat.
Kondisi ini tentu jadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Berpuasa berarti tubuh tidak mendapatkan asupan cairan sejak sahur hingga berbuka, menjelang sore hari ketika suhu mencapai puncaknya. Paparan sinar matahari yang kuat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan, sakit kepala, hingga pusing, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Seorang ibu rumah tangga warga Palembang, Rima mengatakan jika seharian terasa semakin berat, terutama saat panas tiba-tiba naik tinggi. "Sering terasa letih meski hanya beraktivitas ringan di rumah,” ucapnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menyampaikan bahwa momentum panas menyengat ini bukan hal tiba-tiba, melainkan pengaruh pola cuaca akibat pergeseran konvergensi angin dan minimnya pembentukan awan hujan.
“Sinar matahari yang kuat langsung menghantam permukaan bumi karena tutupan awan sangat minim. Selama kondisi ini masih berlangsung, masyarakat yang berpuasa perlu ekstra menjaga kesehatan,” ujar Siswanto.
Baca Juga: Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3, Kekalahan dari Sumsel United Jadi Penentu Musim
BMKG bersama para ahli kesehatan pun mengingatkan sejumlah langkah sederhana namun penting agar tubuh tetap kuat meski suhu tinggi:
- Perbanyak konsumsi cairan saat sahur dan buka untuk mencegah dehidrasi.
- Batasi aktivitas berat di luar ruangan terutama pukul 10.00–16.00 WIB saat matahari paling terik.
- Gunakan pelindung tubuh seperti topi lebar dan payung saat berkegiatan di luar.
- Kenakan pakaian longgar dan ringan untuk membantu tubuh mengatur suhu.
- Dokter spesialis penyakit dalam yang ditemui menjelaskan bahwa dehidrasi bisa memperparah kondisi fisik saat puasa, bahkan menyebabkan pusing hebat atau masalah pernapasan jika tidak ditangani.
Meski fenomena suhu panas ini terasa ekstrem, BMKG menegaskan bahwa ini adalah bagian dari pergeseran pola cuaca alami, termasuk pergerakan gerak semu matahari yang membuat sinar matahari jatuh lebih tegak di wilayah Indonesia pada Februari–Maret setiap tahunnya.
Namun, cuaca panas seperti ini tetap perlu diwaspadai agar dampaknya pada kesehatan masyarakat tetap minimal.
Berita Terkait
-
Alex Noerdin: Kronologi Lengkap Tiga Kasus Korupsi dan Status Gugur Demi Hukum
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
Rumah Duka Alex Noerdin di Palembang Kian Dipadati Pelayat hingga Larut Malam Terkini
-
Sakit Apa Alex Noerdin Sebelum Wafat di Usia 74 Tahun? Ini 7 Faktanya
-
Pemakaman Alex Noerdin Digelar Usai Dzuhur, Ini Rangkaian Prosesi Lengkapnya
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar