Tasmalinda
Minggu, 03 Maret 2024 | 12:46 WIB
Ilustrasi hujan - Musim bakal alami musim hujan sampai awal Maret (Unsplash)

SuaraSumsel.id - Meskipun puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia sudah terlewati, Sumatra Selatan masih berada dalam puncak musim hujan di bulan Februari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa peningkatan curah hujan di wilayah Sumatra Selatan masih berpotensi hujan.

Musim hujan tersebut disebabkan karena aktivitas Madden Jullian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan pola perlambatan, pertemuan, dan belokan angin terbentuk.

Intensitas curah hujan pada kategori ekstrem terjadi di wilayah DKI Jakarta (Kelapa Gading), sedangkan hujan dengan intensitas sangat lebat terjadi di Kalimantan Tengah (Barito Utara), Sulawesi Tenggara (Kendari), dan Papua Tengah (Timika).

BMKG memonitor bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut masih berpotensi hingga tanggal 8 Maret 2024 mendatang. Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat/angin kencang di wilayah Indonesia, termasuk Sumatra Selatan.

Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan langkah-langkah antisipatif terhadap peningkatan curah hujan yang berpotensi terjadi dalam seminggu kedepan dengan terus memperbarui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca dari BMKG melalui aplikasi, website, media sosial, call center, atau kantor BMKG terdeka

Load More