- Dua peti kemas besar ditemukan terapung di perairan Tanjung Kampeh, Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Kamis (12/2/2026).
- Nelayan setempat terkejut dengan temuan benda tak lazim tersebut dan menduga kontainer lepas dari kapal kargo.
- Keberadaan peti kemas tanpa diketahui asal usulnya menimbulkan potensi bahaya bagi aktivitas pelayaran dan nelayan sekitar.
SuaraSumsel.id - Warga pesisir di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, mendadak dihebohkan oleh penemuan tak biasa di perairan Tanjung Kampeh, Kamis (12/2/2026). Dua peti kemas berukuran besar ditemukan terapung tanpa arah, terombang-ambing mengikuti arus laut.
Informasi awal mengenai temuan ini pertama kali mencuat di media sosial melalui unggahan akun Facebook Ujok Bae. Dalam unggahannya, terlihat dua kontainer berwarna mencolok mengapung di tengah laut, jauh dari pelabuhan maupun aktivitas bongkar muat kapal.
Penampakan dua peti kemas itu sontak membuat nelayan setempat terkejut. Mereka mengaku baru pertama kali melihat benda sebesar itu terapung di jalur tangkap ikan mereka.
Menurut keterangan warga, kedua kontainer tersebut tampak kosong karena posisinya cukup tinggi di permukaan air. Namun tidak ada yang berani mendekat terlalu jauh, mengingat potensi bahaya jika kontainer tiba-tiba tenggelam atau bergeser akibat arus kuat.
“Awalnya kami kira kapal karam. Tapi setelah didekati, ternyata dua peti kemas besar mengapung sendiri,” ujar salah satu nelayan setempat.
Warna kontainer yang mencolok membuat para nelayan dengan mudah menyadari ada benda besar yang tak lazim berada di tengah perairan. Beberapa di antaranya bahkan sempat merekam video dan membagikannya ke media sosial, hingga akhirnya viral.
Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai asal-usul dua peti kemas tersebut. Dugaan sementara menyebutkan kemungkinan kontainer terlepas dari kapal kargo yang melintas di jalur pelayaran sekitar Selat Bangka. Ada pula spekulasi bahwa kontainer tersebut jatuh akibat cuaca buruk atau gelombang tinggi.
Tak sedikit warga yang bertanya-tanya, apakah kontainer tersebut berisi barang berharga, kosong, atau justru menyimpan sesuatu yang berbahaya.
Sayangnya, sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari otoritas pelabuhan maupun instansi terkait di Kabupaten Banyuasin maupun Sumatera Selatan.
Baca Juga: Perkuat Arah Strategis, RUPSLB Bank Sumsel Babel Usulkan Kandidat Dirut Baru
Keberadaan kontainer yang terapung bebas dinilai berpotensi membahayakan aktivitas nelayan. Selain dapat merusak perahu jika tertabrak, benda sebesar itu juga bisa menjadi ancaman bagi kapal kecil yang melintas pada malam hari.
Warga berharap pihak berwenang segera turun tangan untuk mengamankan atau mengevakuasi kedua peti kemas tersebut sebelum menimbulkan insiden yang tidak diinginkan.
Sementara itu, unggahan akun ini terus dibanjiri komentar warganet. Banyak yang penasaran dengan isi kontainer, bahkan ada yang berseloroh menyebutnya “harta karun yang tersesat di laut Banyuasin”.
Hingga kini, dua peti kemas itu masih dilaporkan mengapung mengikuti arus, menjadi tontonan sekaligus tanda tanya besar bagi warga pesisir Tanjung Kampeh.
Tag
Berita Terkait
-
Logistik Sumsel Menggeliat, Pelindo Palembang Catat Lonjakan Arus Barang 2025
-
BI Sumsel Gelar Susur Sungai Musi, Permudah Penukaran Uang di Wilayah Perairan
-
Ubur-ubur Sungsang: Potensi Ekonomi Tersembunyi dari Perairan Sumatera Selatan
-
Dihantam Gelombang Laut Tinggi, Kapal Crane Bass Ark Shiloh Karam di Perairan Babel
-
Sering Rawan, Komunitas Maritim Jaga Perairan Sumsel Kembali Diaktifkan
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Sambut HUT ke-81 RI, BRI Banjiri Nasabah dengan Promo
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Promo HUT RI di Wyndham Opi Hotel Palembang, Menginap Dapat Sajian Spesial dan Mooncake Eksklusif
-
Bersama Danantara, BRImo Tembus 49,7 Juta Pengguna dengan Transaksi Rp4.166 Triliun