Tasmalinda
Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:27 WIB
Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, menegaskan bahwa dukungan energi bagi proyek di Mempawah
Baca 10 detik
  • PTBA berperan menyediakan solusi energi andal bagi fasilitas pengolahan bauksit di Mempawah, Kalimantan Barat.
  • Proyek hilirisasi ini mampu mengolah bauksit menjadi alumina dan aluminium, menciptakan nilai tambah domestik.
  • Pembangunan ekosistem terintegrasi ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 65 ribu kesempatan kerja baru.

SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memainkan peran strategis dalam mendukung keberhasilan pengembangan Fasilitas Pengolahan dan Pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, melalui penyediaan pasokan energi yang andal dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, keterlibatan PTBA menegaskan pentingnya sinergi antaranggota holding dalam membangun ekosistem hilirisasi mineral nasional yang terintegrasi, dari hulu hingga hilir.

Dalam proyek strategis nasional ini, PTBA berperan memastikan ketersediaan solusi energi (power solution) untuk mendukung kebutuhan operasional smelter aluminium, yang membutuhkan suplai energi besar dan berkesinambungan agar proses produksi berjalan optimal.

Fasilitas pengolahan dan pemurnian di Mempawah menjadi penghubung penting dalam rantai pasok hilirisasi mineral Indonesia. Proyek ini memiliki kapasitas pengolahan 3 juta ton bauksit menjadi 1 juta ton alumina per tahun, yang selanjutnya diolah menjadi 600 ribu ton aluminium.

Selain menciptakan nilai tambah di dalam negeri, proyek ini juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi regional, dengan potensi peningkatan kesempatan kerja lebih dari 65 ribu tenaga kerja, baik di sektor pertambangan, industri turunan, infrastruktur daerah, hingga UMKM yang terlibat dalam ekosistem hilirisasi bauksit–alumina–aluminium.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem terintegrasi ini mengubah posisi sumber daya mineral nasional dari sekadar komoditas ekspor mentah menjadi bahan baku strategis industri.

“Melalui fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium ini, kita berupaya mewujudkan transformasi industri yang mampu mendorong penciptaan lapangan kerja dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Rosan.

Senada, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan proyek ini merupakan bukti nyata komitmen Grup MIND ID dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya mineral secara bertanggung jawab.

“Proyek ini adalah karya anak bangsa. Inilah kontribusi Grup MIND ID dalam menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat ekonomi, dan memperkuat kedaulatan negara demi peradaban masa depan Indonesia,” tegas Maroef.

Baca Juga: BI Ungkap Ekonomi Sumsel Tangguh di Tengah Gejolak Global

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arsal Ismail, menegaskan bahwa dukungan energi bagi proyek di Mempawah merupakan bentuk nyata sinergi antaranggota Grup MIND ID dalam memperkuat rantai pasok industri nasional.

“PTBA berkomitmen mendukung program strategis hilirisasi nasional melalui penyediaan energi yang andal, efisien, dan berdaya saing. Dukungan energi bagi pengolahan dan pemurnian alumina–aluminium terpadu di Mempawah menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujar Arsal.

Pasokan energi yang disiapkan PTBA tidak hanya menopang operasional fasilitas pemurnian, tetapi juga menciptakan kepastian investasi, meningkatkan daya saing industri aluminium nasional, serta memperkuat kemandirian industri strategis Indonesia. Terlebih, energi yang disuplai dirancang menggunakan teknologi canggih dan ramah lingkungan.

Melalui dukungan energi yang terintegrasi dengan proyek hilirisasi bauksit–alumina–aluminium ini, PT Bukit Asam menegaskan posisinya sebagai pilar penting transformasi industri nasional, sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden untuk memperkuat kemandirian energi dan industrialisasi berbasis sumber daya dalam negeri.

Load More