- PTBA menyelenggarakan Kelas Kreasi Vol. 6 mengenai pembuatan bunga balon untuk mendorong kreativitas dan peluang usaha baru.
- Acara tersebut berlangsung di Rumah BUMN Bukit Asam dengan pemateri utama Owner Lenarian Flowers, Friska Lenarianie.
- Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas UMK melalui keterampilan baru yang memiliki potensi nilai jual tinggi.
SuaraSumsel.id - Dalam upaya mendorong kreativitas sekaligus membuka peluang usaha baru, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali menghadirkan program pemberdayaan bagi pelaku usaha binaan dan masyarakat umum.
Kali ini, melalui Kelas Kreasi Vol. 6 bertajuk “Let’s Bloom!! Kelas Kreasi Bunga Balon yang Menawan”, peserta diajak mengenal potensi industri kreatif dari sesuatu yang sederhana, namun bernilai jual tinggi.
Kegiatan yang digelar di Rumah BUMN Bukit Asam ini menjadi ruang belajar sekaligus eksplorasi ide bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang ingin mengembangkan keterampilan baru.
Micro & Small Enterprise Funding Section Head PT Bukit Asam, Weny Yuliastuti, mengatakan Kelas Kreasi merupakan bentuk nyata komitmen PTBA dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing UMK.
“Melalui Kelas Kreasi ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga terinspirasi untuk mengembangkan ide kreatif yang berpotensi menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Kelas Kreasi Vol. 6 menghadirkan Owner Lenarian Flowers, Friska Lenarianie, sebagai pemateri utama. Dalam sesi tersebut, Friska membagikan pengalaman sekaligus praktik langsung pembuatan bunga balon yang unik, estetis, dan diminati pasar.
Menurut Friska, seni bunga balon memiliki peluang besar di industri kreatif, baik sebagai dekorasi berbagai acara maupun produk kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.
“Bunga balon tidak hanya soal teknik, tetapi juga kreativitas dan ketelitian. Dengan latihan dan keberanian untuk berkreasi, siapa pun bisa menghasilkan karya yang menarik dan punya nilai jual,” jelasnya.
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan, terutama saat sesi praktik. Suasana kelas berlangsung interaktif dan penuh semangat, dengan peserta aktif mencoba, bertanya, dan berkreasi langsung di bawah bimbingan pemateri.
Baca Juga: Inflasi Sumsel Disebut Cuma 0,05 Persen, Tapi Kenapa Harga Kebutuhan Terasa Naik?
Melalui Kelas Kreasi Vol. 6 ini, PTBA berharap para peserta mampu meningkatkan keterampilan, memperluas wawasan kreatif, serta semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha di sektor industri kreatif.
Berita Terkait
-
PTBA Sukses Gelar Kompetisi Safety Driving untuk Keselamatan Berkendara di Area Tambang
-
Pembinaan Usia Dini Berbuah Prestasi, Tim Basket Binaan PTBA Juara Galaxy Stars Rising Cup 2025
-
PT Bukit Asam Borong 6 Penghargaan Indonesia Green Awards 2026
-
BRI Dorong UMKM Tumbuh Berkelanjutan Melalui Penguatan Klaster Usaha
-
Bukit Asam Luncurkan Golden Rules 5.0, Langkah Baru Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
Terkini
-
Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?
-
25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Gambut Tak Kenal Batas Konsesi, Mengapa Tata Air Jadi Kunci Cegah Karhutla?
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru