Tasmalinda
Kamis, 22 Januari 2026 | 21:08 WIB
Ganjar Pranowo silaturahmi bersama dengan pengusaha kaya Haji Halim [dok]
Baca 10 detik
  • Haji Halim Ali wafat pada 22 Januari 2026, seorang tokoh sepuh Sumatera Selatan dengan jejaring luas di kalangan elite dan agama.
  • Beliau dikenal sering didatangi calon presiden untuk bersilaturahmi, menunjukkan pengaruh signifikan dalam dinamika politik daerah.
  • Hingga meninggal, perkara dugaan korupsi Tol Betung–Tempino yang menjeratnya sebagai terdakwa belum mencapai putusan akhir.

SuaraSumsel.id - Wafatnya Haji Halim Ali, Kamis, 22 Januari 2026, menutup perjalanan panjang seorang tokoh lokal yang berpengaruh di Sumatera Selatan. Kepergiannya bukan hanya kabar duka, tetapi juga membuka kembali ingatan publik tentang jejak sosial-politik yang pernah ia miliki, sekaligus perkara hukum yang masih berjalan hingga akhir hayatnya.

Berikut 5 fakta penting yang merangkum pengaruh, kematian, dan kasus yang menjerat Haji Halim.

1. Tokoh Sepuh dengan Jejaring Luas di Sumsel

Haji Halim dikenal sebagai tokoh sepuh yang memiliki jejaring lintas kalangan—mulai dari tokoh agama, pengusaha, hingga elite daerah. Dalam berbagai momentum, ia kerap menjadi rujukan silaturahmi dan diskusi, menegaskan posisinya sebagai figur yang dituakan di Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

Haji Halim Ali saat menerima kunjungan mantan presiden Joko Widodo

2. Kerap Didatangi Capres dalam Momentum Politik Nasional

Pada beberapa periode politik nasional, Haji Halim tercatat pernah didatangi calon presiden (capres) yang berkunjung ke Sumatera Selatan. Kunjungan tersebut umumnya bersifat silaturahmi dan dialog, bukan kampanye terbuka, mencerminkan pengakuan terhadap pengaruh tokoh lokal dalam membaca dinamika sosial dan politik daerah.

3. Kiprah Sosial dan Keagamaan yang Dikenang

Di luar relasi elite, Haji Halim aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Ia kerap hadir dalam agenda kemasyarakatan, pengajian, dan kegiatan religius lainnya, yang memperkuat citranya sebagai figur publik yang dekat dengan warga. Aspek ini pula yang banyak dikenang masyarakat setelah kabar wafatnya beredar.

4. Wafat Setelah Kondisi Kesehatan Memburuk

Baca Juga: Siapa Haji Halim Ali? Tokoh Sumsel yang Berpengaruh dan Perkaranya Sebelum Wafat

Haji Halim meninggal dunia pada Kamis, 22 Januari 2026, setelah sempat menjalani perawatan intensif akibat kondisi kesehatan yang terus menurun. Kepergiannya menimbulkan duka luas di Sumatera Selatan, sekaligus memunculkan perhatian publik karena terjadi di tengah proses hukum yang belum rampung.

5. Perkara Tol Betung–Tempino Belum Tuntas hingga Akhir Hayat

Di akhir perjalanan hidupnya, Haji Halim berstatus terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan lahan proyek Tol Betung–Tempino–Jambi. Sejumlah agenda persidangan sempat ditunda karena kondisi kesehatannya.

Hingga wafat, perkara tersebut belum diputus secara inkrah, sehingga asas praduga tak bersalah tetap melekat.

Wafatnya terdakwa membuat proses pidana terhadap dirinya tidak dapat dilanjutkan, sementara publik menanti arah penanganan perkara secara administratif serta kemungkinan langkah hukum lain.

Jejak Haji Halim di Sumatera Selatan memperlihatkan dua sisi perjalanan: pengaruh sosial yang diakui hingga tingkat nasional, dan perkara hukum yang belum mencapai putusan akhir. Kepergiannya menjadi pengingat bahwa dinamika tokoh lokal sering berada di persimpangan antara pengaruh, kemanusiaan, dan proses hukum—semuanya patut dicatat secara berimbang.

Load More