- Haji Kms Halim Ali, tokoh masyarakat Sumatera Selatan, tutup usia di Palembang setelah perawatan intensif.
- Almarhum meninggal dunia saat berstatus terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan lahan Tol Betung–Tempino.
- Proses hukum yang menjerat almarhum belum rampung; persidangan sebelumnya ditunda karena sakit.
SuaraSumsel.id - Kabar duka datang dari Sumatera Selatan. Haji Halim Ali tutup usia setelah kondisi kesehatannya memburuk dan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Almarhum diketahui berstatus terdakwa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan proyek Tol Betung–Tempino, yang proses hukumnya belum rampung hingga akhir hayatnya.
Haji Kms Halim Ali menghembuskan napas terakhir di Palembang pada usia lanjut. Dalam beberapa hari terakhir sebelum wafat, kondisinya dilaporkan menurun dan memerlukan penanganan medis secara intensif. Kabar meninggalnya almarhum dengan cepat menyebar dan menjadi perhatian publik, mengingat posisinya sebagai tokoh yang dikenal luas di Sumatera Selatan.
Sebelum wafat, Haji Halim sempat dirawat di ruang perawatan intensif karena komplikasi kesehatan. Usia yang telah lanjut membuat kondisi almarhum tidak memungkinkan untuk menjalani aktivitas normal, termasuk mengikuti agenda hukum yang sebelumnya telah dijadwalkan.
Pihak keluarga dan tim medis terus memantau perkembangan kesehatan almarhum, namun kondisi tersebut akhirnya berujung pada kabar duka.
Dalam proses hukum yang berjalan, Haji Kms Halim Ali tercatat sebagai terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan lahan proyek Tol Betung–Tempino–Jambi. Sejumlah agenda persidangan di Pengadilan Negeri Palembang sebelumnya ditunda karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk hadir di ruang sidang.
Penundaan sidang dilakukan berdasarkan keterangan medis resmi yang disampaikan kepada majelis hakim.
Terlepas dari status hukumnya, Haji Kms Halim Ali dikenal sebagai pengusaha senior dan tokoh masyarakat di Palembang dan sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Namanya kerap muncul dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, serta memiliki jaringan relasi yang luas.
Bagi sebagian masyarakat, almarhum dikenal sebagai figur sepuh yang telah lama berkiprah di lingkungan sosial Sumsel.
Hingga wafat, perkara yang menjerat Haji Kms Halim Ali belum diputus secara berkekuatan hukum tetap. Oleh karena itu, sesuai prinsip hukum yang berlaku, asas praduga tak bersalah tetap melekat pada diri almarhum.
Baca Juga: Tokoh Masyarakat Sumsel Haji Kms Halim Ali Tutup Usia di Usia 88 Tahun
Kepergian Haji Kms Halim Ali menutup perjalanan panjang seorang tokoh masyarakat Sumatera Selatan, sekaligus menjadi catatan penting dalam dinamika sosial dan hukum di daerah ini.
Berita Terkait
-
Tokoh Masyarakat Sumsel Haji Kms Halim Ali Tutup Usia di Usia 88 Tahun
-
Kerugian Negara Melejit Rp276 Miliar di Tol Betung-Tempino, Jaksa Tantang Eksepsi Haji Halim
-
Sakit Kritis, Sidang Korupsi Pengusaha Crazy Rich Palembang Haji Halim Ditunda Lagi
-
Kasus Korupsi Rp127 Miliar Pengusaha Haji Halim, Sejauh Mana Dakwaan Jaksa Diuji di Tipikor?
-
Haji Halim Pengusaha Apa? Kekayaan Crazy Rich Palembang Disorot Usai Dakwaan Rp127 Miliar
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap