- Jadwal imsak di Kota Palembang pada Selasa, 10 Maret 2026, ditetapkan sekitar pukul 04.41 WIB untuk sahur.
- Jadwal imsakiyah memuat waktu penting seperti imsak, salat lima waktu, dan buka puasa bagi umat Islam.
- Waktu imsak adalah pengingat 10 menit sebelum azan Subuh, bukan waktu dimulainya puasa Ramadan sebenarnya.
SuaraSumsel.id - Umat Muslim di Kota Palembang yang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah perlu mengetahui jadwal imsak pada Selasa, 10 Maret 2026 agar tidak terlambat sahur sebelum azan Subuh berkumandang.
Mengetahui jadwal imsakiyah setiap hari menjadi panduan penting selama Ramadan. Jadwal ini memuat waktu imsak, salat lima waktu, hingga waktu berbuka puasa sehingga membantu umat Islam menjalankan ibadah puasa dengan lebih tertib dan tepat waktu.
Berdasarkan jadwal imsakiyah untuk wilayah Kota Palembang dan sekitarnya, waktu imsak pada Selasa, 10 Maret 2026 diperkirakan sekitar pukul 04.41 WIB, sementara Subuh sekitar pukul 04.51 WIB.
Jadwal Imsak dan Salat Palembang 10 Maret 2026
Berikut jadwal lengkap waktu salat untuk wilayah Palembang pada hari ini:
Imsak: 04.41 WIB
Subuh: 04.51 WIB
Zuhur: sekitar 12.15 WIB
Asar: sekitar 15.19 WIB
Maghrib (Buka Puasa): sekitar 18.20 WIB
Isya: sekitar 19.28 WIB
Waktu imsak biasanya menjadi pengingat bagi umat Muslim untuk segera menyelesaikan makan dan minum sahur sebelum memasuki waktu Subuh.
Sebagian masyarakat masih mengira imsak merupakan awal dimulainya puasa. Padahal sebenarnya imsak hanyalah tanda pengingat sekitar 10 menit sebelum waktu Subuh, agar umat Muslim menghentikan makan dan minum saat sahur.
Dengan mengetahui jadwal imsakiyah setiap hari, umat Islam dapat lebih disiplin menjalankan ibadah puasa sekaligus menyesuaikan aktivitas selama Ramadan.
Baca Juga: Janggal? Meja Biliar Wakil Pimpinan DPRD Sumsel Rp335 Juta, Ketua Hanya Rp151 Juta
Saat sahur, umat Muslim dianjurkan membaca niat puasa sebelum masuk waktu Subuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hadzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta memperbanyak doa.
Karena itu, memantau jadwal imsakiyah setiap hari menjadi salah satu cara agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan lebih khusyuk dan tepat waktu.
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Tawuran Maut di Palembang, Remaja 20 Tahun Tewas Ditusuk Saat Bentrokan
-
Harga Emas Antam Hari Ini di Palembang Naik Tipis, Tembus Rp3.049.000 per Gram
-
Cek Waktu Maghrib Palembang Hari Ini, Jangan Sampai Terlewat Buka Puasa
-
Aksi Diam Hari Perempuan Sedunia di Palembang Soroti Konflik Agraria dan Perampasan Lahan
-
Jadwal Imsak Palembang Senin 9 Maret 2026, Catat Waktu Sahur dan Subuh Hari Ini
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer
-
Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa
-
DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?
-
4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan