-
Klaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah dimakzulkan oleh DPR tidak benar.
-
TurnBackHoax.id menyatakan video yang beredar merupakan konten palsu yang dimanipulasi.
-
Situs resmi pemerintah masih mencantumkan Gibran sebagai wakil presiden aktif periode 2024–2029.
SuaraSumsel.id - Baru-belakangan ini sebuah video unggahan di platform media sosial mengklaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah resmi dimakzulkan oleh DPR.
Klaim ini menyebut adanya surat pemakzulan yang diterima dan langkah lanjutan dari forum purnawirawan TNI.
Akun Facebook “Firdaus Firdaus” pada Kamis (30/10/2025) membagikan video [arsip] dengan narasi:
“SURAT PEMAKZULAN WAKIL PRESIDEN GIBRAN RAKABUMING RAKA RESMI DITERIMA DPR DAN INI BISA JADI BABAK BARU DALAM POLITIK INDONESIA EMPAT JENDERAL PURNAWIRAWAN TNI TERMASUK FATHRUL RAZI DAN”
Unggahan disertai takarir:
“Akhirnya Gibr4n resmi di m4kjulk4n…!!!”
Per Selasa (11/11/2025), konten tersebut telah mendapat 55 ribuan tanda suka dan 9.600-an komentar.
Namun hasil pemeriksaan oleh tim TurnBackHoax menyimpulkan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar fakta.
Hasil Penelusuran Fakta
- Video yang beredar menggunakan cuplikan momen rapat paripurna di DPR RI yang berlangsung pada 7 September 2022, namun konteksnya sama sekali bukan proses pemakzulan atau pengambilan keputusan resmi terhadap wakil presiden.
- Pencarian di mesin Google dengan kata kunci “Wapres Gibran resmi dimakzulkan” tidak menemukan satu pun pemberitaan resmi atau dokumen yang menyebut bahwa pemakzulan telah terjadi. Forum purnawirawan memang pernah mengusulkan gugatan terhadap Gibran, tetapi usulan itu belum berarti pemakzulan telah resmi.
- Situs resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia (Setkab) masih mencantumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden masa jabatan 2024-2029, yang menjadi bukti bahwa klaim pemakzulan belum terjadi.
Kesimpulan
Baca Juga: 5 Kolaborasi Strategis Bank Sumsel Babel dan Kejati Babel: Wujudkan Tata Kelola yang Transparan
Klaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah resmi dimakzulkan oleh DPR tidak terbukti dan termasuk kategori konten palsu (fabricated content). Masyarakat diimbau untuk berhati-hati sebelum membagikan unggahan semacam ini dan senantiasa mengecek kebenaran melalui sumber resmi.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Viral Isu Jokowi Marah ke Purbaya Soal Kerugian Kereta Cepat, Ini Faktanya!
-
Cek Fakta: Benarkah Xi Jinping Sebut Jokowi Menindas Rakyat Indonesia?
-
Cek Fakta: Klaim Hakim Nyatakan Gibran Melanggar UU dan KUHP Perdata Ternyata Hoaks!
-
Viral di Medsos! Isu Luhut Minta Prabowo Ganti Menkeu Purbaya, Benarkah?
-
Cek Fakta: Apa Benar KPK Periksa Puan Maharani Tengah Malam?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
7 Fakta Aksi Heroik Bocah Palembang Lawan Begal hingga Pelaku Lari Tunggang Langgang
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Herman Deru Dorong Tanjung Carat dan Bendungan Tiga Dihaji di Hadapan Menko AHY